Penembakan Kembali Terjadi di AS, 9 Orang Tewas dan 28 Lainnya Terluka
Sembilan orang tewas dan 28 lainnya terluka dalam penembakan yang terjadi di tiga kota di Amerika Serikat.
Penulis:
Yurika Nendri Novianingsih
Editor:
Inza Maliana
TRIBUNNEWS.COM - Sedikitnya sembilan orang tewas dan 28 lainnya terluka dalam penembakan di tiga kota di Amerika Serikat pada Sabtu (4/6/2022) dan Minggu (5/6/2022).
Penembakan pada Sabtu malam dan Minggu pagi adalah pecahnya kekerasan senjata terbaru yang membuat para legislator berebut untuk mengatasi krisis tersebut.
Di Philadelphia, konfrontasi antara dua pria pada Sabtu malam meningkat menjadi baku tembak yang menembakkan peluru ke bar yang ramai dan distrik restoran.
Mengutip Al Jazeera, penembakan di Philadelphia telah menewaskan tiga orang, melukai 12, dan memicu kepanikan ketika orang-orang mencoba melarikan diri, kata polisi.
Demikian pula, penembakan terjadi setelah tengah malam di dekat sebuah bar di Chattanooga, Tennessee, menewaskan tiga orang dan melukai 14 lainnya.
Dalam penembakan lain pada dini hari Minggu, tiga orang tewas, dan dua terluka di Saginaw, Michigan, televisi WEYI melaporkan.
Baca juga: Sepanjang Tahun 2022, Telah Terjadi 233 Kasus Penembakan Massal di Amerika Serikat
Baca juga: Penembakan Terjadi di Parkiran Gereja Iowa AS, 3 Orang Tewas
Tidak seperti dua kasus lainnya, yang memengaruhi orang-orang yang tidak terkait dengan penembakan itu, kelima orang dalam penembakan di Michigan itu terlibat dalam insiden itu, menurut polisi.
Tidak ada tersangka yang dilaporkan ditahan pada Minggu malam dalam salah satu penembakan.
Kekerasan melanda saat masyarakat di tiga kota lain masih berduka atas pembantaian yang menewaskan 10 orang di sebuah toko kelontong di Buffalo, New York; 21 korban di sebuah sekolah dasar di Uvalde, Texas; dan empat orang di gedung medis di Tulsa, Oklahoma.
Sifat kurang ajar dari penembakan di Philadelphia membuat para pejabat terkejut.
Walikota Philadelphia Jim Kenney menyebutnya "mengerikan, tercela dan tidak masuk akal".
Sementara Komisaris Polisi Danielle Outlaw mengatakan, "Kami benar-benar hancur."
Polisi percaya dua pria terlibat perkelahian dan mulai menembak satu sama lain, dan salah satu dari mereka terbunuh oleh tembakan.
Seorang petugas polisi mengamati pria bersenjata lainnya menembak ke arah kerumunan dan menembaknya.
Penyerang menjatuhkan senjatanya, karena polisi yakin dia dipukul oleh petugas, tetapi dia melarikan diri melalui kerumunan.
Baca juga: Penembakan di RS Oklahoma Amerika Serikat Tewaskan 5 Orang, Termasuk Pelaku
Baca juga: Pangkalan Tentara Bayaran Asing di Ukraina Hancur Lebur Oleh Serangan Rudal Rusia