Soal Pengiriman Rudal ke Ukraina, Putin: AS Hanya Ingin Memperpanjang Konflik
Pengiriman senjata tambahan dari Amerika Serikat ke Kiev, Ukraina, disebut Presiden Rusia Vladimir Putin hanya mengejar satu-satunya
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM -- Pengiriman senjata tambahan dari Amerika Serikat ke Kiev, Ukraina, disebut Presiden Rusia Vladimir Putin hanya mengejar satu-satunya tujuan yaitu memperpanjang konflik bersenjata di Ukraina selama mungkin.
“Dalam pandangan saya, semua keributan atas pengiriman persenjataan tambahan ini umumnya mengejar satu-satunya tujuan untuk memperpanjang konflik bersenjata selama mungkin,” kata Putin dalam sebuah penggalan wawancaranya dengan reporter Pavel Zarubin untuk program Moskow, Minggu malam.
Pengiriman sistem roket peluncuran ganda AS ke Ukraina tidak mengubah apa pun sejak Kiev sebelumnya memiliki inventaris persenjataan ini, termasuk roket dengan jangkauan ini, dan hanya mengisi kembali stoknya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Minggu.
"Tidak ada yang baru tentang itu," kata kepala negara dikutip dari TASS.
Pemimpin Rusia dengan demikian menanggapi permintaan untuk menilai keputusan pengiriman tersebut.
Baca juga: Putin Respon Persekusi Rakyat Donbass oleh Kiev, Kisah Eks Intel Swiss (BAGIAN 3)
"Ini semua adalah sistem roket peluncuran ganda dan tentara Ukraina mengoperasikan sistem roket Grad, Smerch, dan Uragan buatan Soviet dan Rusia yang serupa," kata Putin.
Pemimpin Rusia menunjukkan bahwa jangkauan 'tergantung ‘ pada roket yang digunakan dan bukan pada sistem itu sendiri.
"Apa yang kita dengar hari ini dan apa yang kita pahami, ini adalah roket yang terbang hingga jarak 45-70 km tergantung pada tipe roket.
Hal yang sama berlaku untuk sistem roket Grad, Uragan, dan Smerch yang saya bicarakan. Mereka juga memiliki jangkauan 40-70 km dan tidak ada yang baru tentang itu," jelas kepala negara.
Inilah sebabnya, pengiriman oleh Amerika Serikat dan beberapa negara lain ini hanya dapat dikaitkan dengan niat untuk membantu Kiev menebus kerugian perangkat keras tempurnya," kata Putin.
Wilayah Rusia
Pemimpin Rusia itu juga mengomentari dugaan jaminan Kiev untuk Barat bahwa sistem roket ini tidak akan digunakan untuk menyerang wilayah Rusia.
"Ini tidak ada hubungannya dengan kepercayaan atau ketidakpercayaan terhadap rezim Ukraina karena ini tergantung pada jenis roket yang akan dipasok Amerika," kata kepala negara.
Baca juga: Ledakan Guncang Ibu Kota Ukraina Kyiv, Serangan Pertama Sejak Berminggu-minggu
Secara total, inventaris tempur tentara Ukraina mencakup sekitar 515 sistem roket seperti pada awal operasi khusus di Ukraina dan 380 di antaranya dihilangkan, kata Putin.
"Sekarang sebagian dari mereka telah dipulihkan dan beberapa telah diambil dari inventaris dan, seperti yang kami pahami, mereka saat ini memiliki sekitar 360 sistem seperti itu," kata presiden Rusia itu.