Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Soal Sri Lanka Bangkrut, Penyebab hingga Negara Asing Berikan Bantuan

Inilah rangkuman singkat tentang bangkrutnya Sri Lanka, mulai dari penyebabnya hingga beberapa negara yang berikan bantuan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Soal Sri Lanka Bangkrut, Penyebab hingga Negara Asing Berikan Bantuan
AFP/ISHARA S. KODIKARA
Orang-orang mengantri untuk membeli minyak tanah untuk keperluan rumah tangga di sebuah stasiun pasokan setelah pihak berwenang melonggarkan jam malam yang sedang berlangsung selama beberapa jam di Kolombo pada 12 Mei 2022. - Inilah rangkuman singkat tentang bangkrutnya Sri Lanka, mulai dari penyebabnya hingga beberapa negara yang berikan bantuan. (Photo by ISHARA S. KODIKARA / AFP) 

Kegagalan panen yang meluas juga menjadi awal mimpi buruk bagi Sri Lanka.

Tahun 2021, Sri Lanka mulai kekurangan mata uang asing dan pemerintah membuat kebijakan untuk mencoba membatasi arus keluar dengan melarang impor pupuk kimia.

Rajapaksa meminta petani untuk menggunakan pupuk organik buatan lokal.

Akibatnya, gagal panen meluas dan Sri Lanka tak dapat mengekspor hasil pertaniannya.

Kegagalan panen ini berdampak besar pada perekonomian Sri Lanka karena mengekspor hasil pertanian adalah salah satu sumber pendapatan Sri Lanka.

Akibatnya, Sri Lanka harus menambah stok makanannya dari luar negeri, yang membuat kekurangan mata uang asingnya semakin parah.

Australia Kirim 15 Juta Dolar AS

Rekomendasi Untuk Anda

Australia telah memberikan bantuan 22 juta dolar Australia atau setara dengan 15 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk Sri Lanka pada Rabu kemarin untuk mencegah bencana kelaparan.

Bantuan ini dikucurkan sepekan setelah Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) meluncurkan bantuan makanan dan nutrisi darurat senilai 60 juta dolar AS untuk 3 juta warga negara Sri Lanka yang paling berisiko.

Baca juga: Cegah Bencana Kelaparan, Australia Kirim 15 Juta Dolar AS Dana Pangan Darurat PBB untuk Sri Lanka

Orang-orang mengantri untuk membeli minyak tanah untuk keperluan rumah tangga di sebuah stasiun pasokan setelah pihak berwenang melonggarkan jam malam yang sedang berlangsung selama beberapa jam di Kolombo pada 12 Mei 2022. - Negara berpenduduk 22 juta orang itu berada dalam krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan dengan kekurangan bahan bakar yang parah. makanan, bahan bakar dan obat-obatan dan pemadaman listrik yang lama.
 (Photo by ISHARA S. KODIKARA / AFP)
Orang-orang mengantri untuk membeli minyak tanah untuk keperluan rumah tangga di sebuah stasiun pasokan setelah pihak berwenang melonggarkan jam malam yang sedang berlangsung selama beberapa jam di Kolombo pada 12 Mei 2022. - Negara berpenduduk 22 juta orang itu berada dalam krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan dengan kekurangan bahan bakar yang parah. makanan, bahan bakar dan obat-obatan dan pemadaman listrik yang lama. (Photo by ISHARA S. KODIKARA / AFP) (AFP/ISHARA S. KODIKARA)

Dikutip dari laman Business Standard, pendanaan Australia akan membantu WFP memberikan bantuan penting kepada orang-orang Sri Lanka yang paling berisiko, termasuk wanita hamil dan menyusui serta anak-anak sekolah.

"Demi meningkatkan program jaring pengaman sosial yang ada, WFP bekerja untuk membantu satu juta anak melalui program makanan sekolah nasional, sementara satu juta orang berpartisipasi dalam program Thriposha yang menyediakan makanan yang diperkaya untuk ibu dan anak-anak," kata WFP dalam sebuah pernyataan.

Selandia Baru akan Berikan 800 Ribu Dolar AS ke UNICEF untuk Bantu Sri Lanka

Selandia Baru juga memberikan bantuan sebesar 800 ribu dolar AS ke UNICEF untuk bantu Sri Lanka.

Bantuan tersebut rencananya akan diberikan pada anak-anak yang terkena dampak krisis buruk di Sri Lanka.

Dikutip dari laman www.newsfirst.lk, Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Nanaia Mahuta menuliskan cuitan dalam akun Twitternya bahwa Selandia Baru bekerja dengan komunitas internasional, termasuk International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) untuk membantu Sri Lanka memetakan jalan menuju pemulihan ekonomi.

Baca juga: Sri Lanka akan Mengalami Pemadaman Air Selama 10 Jam Mulai Sabtu Mendatang

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas