Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Daftar 9 Negara yang Terancam Bangkrut Seperti Sri Lanka akibat Krisis Ekonomi

Terdapat 9 negara yang terancam bangkrut seperti Sri Lanka akibat krisis ekonomi. Mulai dari Afghanistan, Mesir, Pakistan hingga Turki.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Daftar 9 Negara yang Terancam Bangkrut Seperti Sri Lanka akibat Krisis Ekonomi
djkn.kemenkeu.go.id
Ilustrasi - Terdapat 9 negara yang terancam bangkrut seperti Sri Lanka akibat krisis ekonomi. Mulai dari Afghanistan, Mesir, Pakistan hingga Turki. 

4. Laos

Tingkat utang Laos telah melonjak.

Laos sedang dalam pembicaraan dengan kreditur tentang cara membayar kembali pinjaman senilai miliaran dolar.

Cadangan devisanya sama dengan kurang dari dua bulan impor, kata Bank Dunia.

5. Lebanon

Pada Juni 2021, dengan mata uang yang telah kehilangan hampir 90 persen nilainya, Bank Dunia mengatakan krisis tersebut menempati peringkat salah satu yang terburuk di dunia dalam lebih dari 150 tahun.

6. Myanmar

Rekomendasi Untuk Anda

Pandemi dan ketidakstabilan politik telah melanda ekonomi Myanmar, terutama setelah tentara merebut kekuasaan pada Februari 2021 dari pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Ekonomi mengalami kontraksi sebesar 18 % tahun lalu dan diperkirakan hampir tidak tumbuh pada tahun 2022.

7. Pakistan

Melonjaknya harga minyak mentah mendorong naiknya harga bahan bakar yang pada gilirannya menaikkan biaya lainnya, mendorong inflasi hingga lebih dari 21 % .

Mata uang Pakistan, rupee, telah jatuh sekitar 30 % terhadap dolar AS pada tahun lalu.

Pada akhir Maret, cadangan devisa Pakistan telah turun menjadi $13,5 miliar, setara dengan hanya dua bulan impor.

8. Turki

Memburuknya keuangan pemerintah dan meningkatnya defisit neraca perdagangan dan modal telah memperparah masalah Turki dengan utang yang tinggi dan meningkat.

Sementara utang luar negeri Turki adalah sekitar 54 % dari PDB.

9. Zimbabwe

Inflasi di Zimbabwe telah melonjak hingga lebih dari 130 % .

Zimbabwe berjuang untuk menghasilkan arus masuk yang memadai dari greenback yang dibutuhkan untuk ekonomi lokalnya.

(Tribunnews.com, Widya)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas