Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rusia Sebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Dikelilingi Banyak Pengkhianat

Dalam sepekan terakhir Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah memecat puluhan pejabat negara itu karena dituduh pengkhianat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Rusia Sebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Dikelilingi Banyak Pengkhianat
Facebook Volodymyr Zelensky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. 

TRIBUNNEWS.COM, RUSIA -  Dalam sepekan terakhir Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah memecat puluhan pejabat negara itu karena dituduh pengkhianat.

Pada Minggu (17/7/2022), Zelenskyy mencopot Jaksa Agung Iryna Venediktova dan Kepala Dinas Keamanan Ukraina (SBU) Ivan Bakanov.

Keduanya dipecat karena banyaknya pengkhianatan dalam lembaga yang dipimpin dua pejabat itu.

Sehari kemudian,  Zelenskyy lagi-lagi melakukan pembersihan di pemerintahannya dengan memecat 28 pejabat SBU.

Menanggapi hal itu, Wakil Direktur Institut Negara-negara CIS, sebuah lembaga wadah pemikir yang berbasis di Rusia, Selasa (19/7/2022) mengatakan Zelenskyy  diperkirakan akan menemukan lebih banyak lagi pengkhianat di pemerintahannya.

Baca juga: Putin Kunjungi Iran, Pertama Kali Sejak Invasi Rusia ke Ukraina

Hal itu terjadi karena semakin terdesaknya pasukan Ukraina di medan perang belakangan ini.

Mengenai pemecatan Bakanov, Zharikhin menduga ia sekadar dijadikan kambing hitam.

Rekomendasi Untuk Anda

Zharikhin mengeklaim bahwa terdapat banyak bukti dinas intelijen Ukraina selama ini membocorkan informasi yang sampai ke tangan Moskow.

Ia menyebut bahwa klaim-klaim Kementerian Pertahanan Rusia selama ini tentang “provokasi” Kiev bersumber dari intelijen Ukraina.

“Terdapat kebocoran informasi, yang mana sesuai karakteristik elite-elite Ukraina ini,” kata Zharikhin kepada TASS.

“Untuk itu, pengkhianatan adalah reaksi tepat waktu seiring perkembangan keadaan. Jadi terdapat alasan untuk mencurigai adanya pengkhianatan,” lanjut pakar asal Rusia itu.

Lebih lanjut, Zharikhin menyinggung berbagai motif yang bisa menjadi alasan pejabat Ukraina berkhianat.

Menurutnya, para pejabat di Kiev yang berkhianat bisa jadi karena sudah enggan bekerja untuk Zelenskyy atau punya alasan lain yang lebih oportunistik.

“Salah satu upaya untuk melawan itu adalah menghukum pejabat paling senior untuk mengintimidasi semua orang,” kata Zharikhin.

Sementara itu, mengenai pencopotan Jaksa Agung Iryna Venediktova, dia menduganya karena kebocoran informasi dari kejaksaan ke pihak Amerika Serikat (AS).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas