Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rudal Jelajah Rusia Hantam Kota Pelabuhan Odesa saat Putin Berada di Teheran

Rudal jelajah Rusia menghantam desa-desa di sekitar kota pelabuhan Odesa, Ukraina selatan, Selasa pagi (19/7/2022) saat Vladimir Putin berada di Iran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Miftah
zoom-in Rudal Jelajah Rusia Hantam Kota Pelabuhan Odesa saat Putin Berada di Teheran
Mikhail Metzel / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin bersulang saat mengambil bagian dalam KTT BRICS XIV dalam format virtual melalui panggilan video, di Moskow pada 23 Juni 2022. Belum lama ini, rudal jelajah Rusia menghantam desa-desa di sekitar kota pelabuhan Odesa, Ukraina selatan, Selasa pagi (19/7/2022) saat Vladimir Putin berada di Iran. 

Kyrylenko mengatakan empat serangan Rusia dilakukan di kota Kramatorsk.

Dia mendesak warga sipil untuk mengungsi.

Beberapa warga mengindahkan peringatan tersebut dan memuat barang-barang apa saja yang bisa mereka bawa ke dalam bus Selasa dini hari untuk menunggu evakuasi.

Serangan rudal itu terjadi ketika militer Inggris mengatakan pihaknya yakin Rusia menghadapi masalah "yang semakin akut" dalam menjaga kekuatan pasukannya dalam perang gesekan yang dimulai dengan invasi 24 Februari ke Ukraina.

Baca juga: Ukraina Putus Hubungan dengan Korea Utara setelah Pengakuan atas Wilayah Separatis Donetsk & Luhansk

Pertempuran sengit untuk menguasai kota Severodonetsk di Ukraina timur berlanjut Selasa, dengan Rusia menggunakan artileri, pesawat, dan helikopter.
Pertempuran sengit untuk menguasai kota Severodonetsk di Ukraina timur berlanjut Selasa, dengan Rusia menggunakan artileri, pesawat, dan helikopter. (Twitter)

Kementerian Pertahanan Inggris dalam penilaian Selasa pagi mengatakan bahwa Rusia telah berjuang untuk mempertahankan kekuatan tempur ofensif yang efektif sejak awal invasi.

"Masalah ini kemungkinan menjadi semakin akut ketika Moskow berusaha menaklukkan wilayah Donbas di Ukraina timur," terang pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris.

“Sementara Rusia mungkin masih membuat keuntungan teritorial lebih lanjut, tempo operasional dan tingkat kemajuan mereka kemungkinan akan sangat lambat tanpa jeda operasional yang signifikan untuk reorganisasi dan reparasi," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Berita lain terkait dengan Konflik Rusia Vs Ukraina

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas