Iran Bayar Pesanan Impor Pertamanya Pakai Kripto
Langkah itu dilaporkan dapat memungkinkan Iran untuk menghindari sanksi AS yang telah melumpuhkan ekonominya
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
![Iran Bayar Pesanan Impor Pertamanya Pakai Kripto](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/ilustrasi-kripto-rusia.jpg)
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Iran telah menempatkan pesanan impor internasional pertamanya menggunakan cryptocurrency senilai 10 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Namun tidak diketahui crypto mana yang digunakan dalam transaksi.
"Pada akhir September, cryptocurrency akan digunakan secara luas dalam perdagangan luar negeri dengan negara-negara target," kata Wakil Menteri Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan Iran Alireza Peyman-Pak dalam akun Twitter miliknya.
Baca juga: Pasar Kripto Menghijau Menyusul Rilis Data Inflasi AS, Bitcoin Bertahan di Atas 24 Ribu Dolar AS
Dikutip dari laman Russia Today, Kamis (11/8/2022), langkah itu dilaporkan dapat memungkinkan Iran untuk menghindari sanksi AS yang telah melumpuhkan ekonominya.
Perlu diketahui, Iran telah berjuang melalui pembatasan ekonomi selama beberapa dekade, termasuk embargo pada sektor minyak, perbankan, dan pengiriman negara itu.
Pada 2019, pemerintah negara timur tengah itu mengubah Undang-undang (UU) aset digitalnya agar mengizinkan crypto yang ditambang secara lokal untuk pembayaran impor.
Menurut Trading Economics, sejauh ini, Iran mendapatkan sebagian besar barang asingnya dari China, Uni Emirat Arab (UEA), India dan Turki.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.