Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Misi IAEA yang Dikirim PBB Tinggalkan PLTN Zaporozhye

Delegasi IAEA telah meninggalkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (NPP) Zaporozhye yang dikendalikan Rusia di Ukraina.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Misi IAEA yang Dikirim PBB Tinggalkan PLTN Zaporozhye
Azer News
PLTN Zaporizhzhia di Ukraina sebelum dibombardir tentara Rusia. Ini merupakan PLTN terbesar di Eropa dengan 6 reaktor nuklir yang mampu menghasilkan energi listrik 40-42 miliar kWh. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, KIEV - Sekelompok delegasi dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah meninggalkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (NPP) Zaporozhye yang dikendalikan Rusia di Ukraina.

Dikutip dari laman Russia Today, Senin (5/9/2022), seorang Ahli Nuklir Rusia yang menyertai misi tersebut, Renat Karchaa mengatakan dua anggotanya akan tetap berada di fasilitas itu.

Pekan lalu, Kepala IAEA Rafael Grossi yang juga memeriksa pabrik, mengklaim bahwa lembaga tersebut akan 'membangun kehadiran yang berkelanjutan' di sana.

Baca juga: Imbas Penutupan Gas Rusia, Euro Jatuh ke Level Terendah Pertama Kalinya dalam 20 Tahun

IAEA disebut akan mempublikasikan temuannya pada Selasa besok.

Semua kesimpulan mereka akan tercermin dalam laporan yang direncanakan untuk dirilis besok, saat Rafael Grossi menyampaikan sambutannya.

Misi itu telah meninggalkan fasilitas nuklir lebih awal dari yang diharapkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Seorang anggota pemerintahan sipil-militer yang dikendalikan Rusia, Vladimir Rogov mengatakan bahwa para ahli IAEA terus melakukan pekerjaannya pada fasilitas itu sepanjang Senin waktu setempat, sebelum berangkat pada Selasa besok.

Mereka pun disebut dapat memperpanjang misi mereka di PLTN itu.

Baca juga: Telepon Putin, Erdogan Puji Peran Rusia Bawa Tim IAEA ke PLTN Zaporizhzhia

Rogov menjelaskan bahwa delegasi 'telah diberikan semua bantuan yang memungkinkan'.

"Kami tertarik pada penilaian yang objektif dan seimbang dari situasi di PLTN," jelas Rogov.

Tujuan utama misi IAEA pada PLTN Zaporozhye adalah untuk menilai keadaan fasilitas itu dan berbicara dengan pasukan Rusia dan Ukraina di lapangan.

Selama pemeriksaan, Grossi mengkonfirmasi bahwa pabrik yang telah berada di bawah kendali Rusia sejak Maret lalu, telah mengalami beberapa kerusakan.

Kendati demikian, dirinya menahan diri untuk tidak menyalahkan.

Sebelumnya, Rusia telah berulang kali menuduh pasukan Ukraina menyerang pabrik itu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas