Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ratu Elizabeth II Wariskan Multikulturalisme untuk Negara Inggris  

Ratu Elizabeth pun pernah menyampaikan pesan Natalnya yang dirilis Istana Buckingham dan menyampaikan pentingnya keluarga dan persahabatan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Ratu Elizabeth II Wariskan Multikulturalisme untuk Negara Inggris  
Aljazeera
Urutan para pewaris tahta Kerajaan Inggris sepeninggal Ratu Elizabeth II. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di London, Wahyu Hansudi memandang Britania Raya menjunjung sikap toleransi tinggi baik itu suku, agama, dan ras.

Pria yang sudah tinggal di Inggris selama 19 tahun itu menilai hal itu diwariskan oleh Ratu Elizabeth II

"Mengenai isu toleransi, dari dulu Inggris ini dikenal sebagai negara yang cukup terbuka terhadap siapa saja, asal tidak berbuat kriminal, tingkat rasisme pun kecil," ucap Wahyu kepada Tribun Network, Jumat (9/9/2022).

Ratu Elizabeth pun pernah menyampaikan pesan Natalnya yang dirilis Istana Buckingham.

Sang Ratu memasukkan komentarnya mengenai pentingnya keluarga dan persahabatan.

Baca juga: Ungkapan Kesedihan Kaisar Jepang Atas Meninggalnya Yang Mulia Ratu Elizabeth II dari Inggris

Telah terbukti, Wahyu merasakan betul tingkat diskriminasi yang sangat minim di Inggris.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai tour consultant berpengalaman, Wahyu mengatakan United Kingdom bisa dikatakan sebagai negara multikulturalisme.

Itu karena hampir semua suku bangsa di seluruh dunia dapat ditemui di Inggris.

"Ini menandakan seberapa tinggi tingkat keterbukaan atau toleransi negara Inggris terhadap orang asing," imbuhnya.

Wahyu juga menerangkan maksud dari operasi London Bridge yang ramai dibicarakan jagad dunia usai meninggalnya Ratu Elizabeth II pada Kamis (8/9/2022) waktu setempat.

Menurutnya, operasi London Bridge ini serangkaian kegiatan yang disiapkan menyusul kematian Ratu Elizabeth II.

Operasi London Bridge ini akan menjadi agenda utama Inggris selama beberapa waktu kedepan hingga Inggris melantik raja baru.

"Setiap raja atau ratu yang berkuasa, saat meninggal dunia akan dimakamkan secara kenegaraan, dan sebelum pemakaman biasanya ada Tradisi Lying in State," urainya.

Lying in State atau pembaringan kenegaraan, lanjutnya, merupakan sebuah tradisi di mana jasad orang yang sudah meninggal akan ditempatkan di sebuah bangunan kenegaraan di luar atau di dalam peti mati.

Baca juga: Desain Poundsterling Berubah, BOE: Uang Bergambar Ratu Elizabeth II Tetap Sah Digunakan

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas