Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Jenazah Ratu Elizabeth II Dimakamkan 19 September Saat Charles Diproklamasikan sebagai Raja Inggris

Pemakaman kenegaraan untuk mendiang Ratu Elizabeth II akan diadakan pada Senin, 19 September mendatang.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Jenazah Ratu Elizabeth II Dimakamkan 19 September Saat Charles Diproklamasikan sebagai Raja Inggris
LEON NEAL / POOL / AFP
Pemakaman kenegaraan untuk mendiang Ratu Elizabeth II akan diadakan pada Senin, 19 September mendatang. Foto: Ratu Inggris Elizabeth II (3 kiri) berdiri di balkon Istana Buckingham dengan (Dari kiri) Camilla, Pangeran Charles, Pangeran George, Pangeran William, Putri Charlotte, Catherine, dan Pangeran Louis dari Cambridge dari Inggris pada akhir perayaan Platinum di London pada 5 Juni 2022 sebagai bagian dari perayaan ulang tahun platinum Ratu Elizabeth II. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Pejabat Kerajaan Inggris pada Sabtu (10/9/2022) kemarin mengatakan bahwa pemakaman kenegaraan untuk mendiang Ratu Elizabeth II akan diadakan pada Senin, 19 September mendatang.

Acara pemakaman itu akan dilakukan saat putra sulungnya, Charles secara resmi diproklamasikan sebagai Raja baru Inggris dalam upacara penuh warna yang sarat dengan arak-arakan dan telah ada sejak berabad-abad silam.

Dikutip dari laman Reuters, Minggu (11/9/2022), kematian Ratu Elizabeth II yang berusia 96 tahun itu memang telah memicu air mata, kesedihan dan penghormatan yang hangat, tidak hanya dari keluarga dekat sang Ratu saja dan banyak warga Inggris saja, namun juga dari seluruh dunia.

Reaksi ini tentunya mencerminkan kehadiran dan eksistensi sang Ratu di panggung dunia selama 70 tahun.

Baca juga: FOTO Pangeran Harry Sendirian Tinggalkan Bandara setelah Kematian Ratu, Tak Ada Keluarga Menemani

"Kami semua mengira ia tak terkalahkan, ini benar-benar nyata," kata cucunya, Pangeran William yang kini menjadi pewaris takhta Kerajaan Inggris.

Pernyataan itu ia sampaikan saat berjalan-jalan di luar Kastil Windsor di mana ia dan istrinya Kate Middldleton muncul secara dekat di depan umum untuk pertama kalinya dalam dua tahun, bersama dengan adik laki-lakinya Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle.

Berita Rekomendasi

Ini mengindikasikan bahwa kematian sang nenek mungkin telah membantu memperbaiki keretakan hubungan antara dua putra Charles itu.

Peti mati kayu Ratu Elizabeth II yang ditutup dengan standar kerajaan Skotlandia dan dihiasi karangan bunga pada bagian atasnya, telah diletakkan di ballroom Kastil Balmoral, rumah musim panasnya di Skotlandia saat ia meninggal dengan tenang pada Kamis lalu.

Pada hari Minggu waktu setempat, peti itu akan dibawa menggunakan mobil jenazah melalui desa-desa dataran tinggi terpencil ke ibu kota Skotlandia, Edinburgh, selama perjalanan 6 jam yang memungkinkan warga untuk memberikan penghormatan.

Peti mati itu kemudian akan diterbangkan ke London Inggris pada Selasa mendatang, di mana ia akan tetap berada di Istana Buckingham sebelum akhirnya dibawa ke Westminster Hall untuk disemayamkan hingga momen pemakaman di Westminster Abbey pada 19 September 2020, pukul 11.00 waktu setempat.

Kematian Elizabeth II yang selama ini menjadi 'Raja terlama di Inggris' telah memicu curahan emosi di seluruh dunia.

Baca juga: Raja Charles III Bersumpah Melayani Bangsanya Saat Inggris Berduka atas Wafatnya Ratu Elizabeth II

Bangunan dan landmark di Eropa, Amerika dan Afrika telah dinyalakan dengan warna merah, putih dan biru dari bendera Inggris.

Sementara itu Charles yang kini berusia 73 tahun kini menggantikan posisi ibunya.

Dewan Aksesi bertemu di St James, istana kerajaan paling tua di Inggris yang dibangun untuk Henry VIII pada 1530-an untuk menyatakan Charles sebagai Raja pada Sabtu kemarin.

Perlu diketahui, dewan tersebut dibentuk dari penasehat-penasehat yang selama berabad-abad memiliki peran untuk menasehati Raja, termasuk putranya sekaligus pewaris takhta Pangeran William, istrinya Camilla dan Perdana Menteri (PM) baru Inggris Liz Truss yang menandatangani proklamasi aksesinya.

6 mantan Perdana Menteri, Uskup senior, dan sejumlah politisi pun meneriakkan 'God Save The King' saat pengumuman itu disetujui.

"Saya sangat menyadari warisan besar ini dan tugas serta tanggung jawab berat Kedaulatan yang sekarang telah diserahkan kepada saya. Saya akan berusaha untuk mengikuti contoh inspiratif yang telah diberikan," kata Charles.

Kemudian di Galeri Proklamasi, sebuah balkon yang terletak di atas Friary Court of St James's Palace, Garter King of Arms David White ditemani oleh seorang lainnya yang menggunakan pakaian heraldik emas dan merah membacakan Proklamasi Utama saat terompet dibunyikan.

Sementara itu yang menyaksikannya adalah beberapa ratus orang yang diizinkan masuk ke pengadilan, termasuk anak-anak kecil, seorang wanita yang memegang bunga dan orang tua.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas