Tribun

Kementerian Transportasi Jepang Keluarkan Pedoman Mengemudi Otomatis Kereta Api

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata  mengeluarkan pedoman untuk memperkenalkan mengemudi otomatis di kereta api

Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kementerian Transportasi Jepang Keluarkan Pedoman Mengemudi Otomatis Kereta Api
Richard Susilo
Salah satu jalur di jaringan Kereta api JR Kyushu Kashii Line mulai hari ini (13/9/2022) dilakukan otomatis tanpa manusia untuk melayani masyarakat 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata  mengeluarkan pedoman untuk memperkenalkan mengemudi otomatis di kereta api untuk pertama kalinya, karena semakin sulitnya mencari pengemudi, terutama untuk kereta api lokal.

"Dengan asumsi rute umum dengan perlintasan kereta api, ini menunjukkan standar unik dan persyaratan teknis Jepang untuk anggota staf yang bukan pengemudi untuk naik di depan kendaraan untuk kereta yang otomatis," papar sumber Tribunnews.com di kementerian transportasi Jepang Selasa (13/9/2022).

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang mengadakan pertemuan tinjauan dengan maksud untuk memperkenalkan mengemudi otomatis ke rute umum, mengatakan bahwa menjadi sulit untuk mengamankan jumlah pengemudi karena penurunan populasi di Jepang saat ini.

"Akibatnya, atas dasar memastikan keselamatan yang setara dengan atau lebih tinggi daripada saat pengemudi berada di dalam pesawat, kami akan menyusun dan menerbitkan pedoman pertama yang menggabungkan persyaratan teknis yang diperlukan untuk pengenalan mengemudi otomatis di perkeretaapian."

Diantaranya, diurutkan dari tahapan (level) tingkat tertinggi mengemudi otomatis tanpa pengemudi, Tahap di mana tidak ada petugas yang naik, Tahap di mana staf berada di kapal untuk panduan evakuasi.

Kemudian juga menunjukkan tiga tahap di mana pramugari bertugas di kepala kereta.

Selain itu juga standar yang unik untuk Jepang, dengan asumsi otomatisasi tanpa investasi modal skala besar bahkan di perlintasan kereta api dan rute lain yang memerlukan tindakan pencegahan intrusi.

 Selain melakukan operasi penghentian darurat, dalam hal teknologi, diperlukan  untuk meningkatkan perangkat perhentian kereta api otomatis.

Di sisi lain, dalam operasi tak berawak dan operasi otomatis tanpa anggota staf di depan kereta, pemasangan pintu peron, sensor kendaraan yang mendeteksi kelainan, dan pagar untuk mencegah masuk orang ke dalam rel kereta api.

"Saya pikir perlu sekali untuk memastikan keamanan yang komprehensif sesuai dengan situasi."

Berdasarkan pedoman ini, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata akan melanjutkan pembuatan aturan khusus dengan perusahaan kereta api dan lainnya di masa depan.

Di balik pertimbangan pemerintah terhadap pengenalan kendaraan otomatis di jalur umum kali ini adalah persoalan yang dihadapi industri perkeretaapian.

Menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata dan para ahli, semakin sulit untuk mengamankan dan melatih pengemudi dan pekerja pemeliharaan karena populasi yang menurun dan populasi yang menua, dan kurangnya sumber daya manusia telah menjadi masalah, terutama di daerah.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas