Putin Tuduh Ukraina jadi Dalang di Balik Meledaknya Jembatan Krimea
Presiden Rusia, Vladimir Putin menuduh Ukraina sebagai dalang di balik meledaknya Jembatan Krimea yang terjadi pada Sabtu (8/10/2022).
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Daryono
TRIBUNNEWS.COM - Pascameledaknya Jembatan Krimea, Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Ukraina sebagai dalangnya.
Presiden Putin mengatakan, pasukan intelijen Ukraina memiliki tujuan untuk menghancurkan bagian penting dari infrastruktur sipil Rusia.
"Tidak diragukan lagi, ini adalah tindakan terorisme yang bertujuan menghancurkan infrastruktur sipil penting Rusia," kata Putin, dikutip dari BBC.
"Penulis, pelaku, dan penerima manfaat adalah dinas keamanan Ukraina," lanjutnya.
Kepala Komite Investigasi Rusia, Alexander Bastrykin mengatakan, warga Rusia dan beberapa negara asing telah membantu persiapan serangan itu.
Menurut Bastrykin, penyelidik telah menetapkan bahwa truk yang diledakkan itu melintasi Bulgaria, Georgia, Armenia, Ossetia Utara, dan Wilayah Krasnodar.
Baca juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Hadapi Pilihan Suram setelah Ledakan Jembatan Krimea
Dia telah memerintahkan penyelidikan atas insiden yang meruntuhkan bagian jalan tersebut.
Pejabat Ukraina belum mengindikasikan bahwa pasukan mereka berada di balik serangan itu.
Namun, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak, membantah tuduhan Putin.
Dia menulis bahwa "hanya ada satu negara teroris di sini" dan bahwa "seluruh dunia tahu siapa itu".
"Apakah Putin menuduh Ukraina melakukan terorisme? Kelihatannya terlalu sinis bahkan untuk Rusia," katanya.
Baca juga: UPDATE Invasi Rusia-Ukraina Hari ke-228, Putin Tingkatkan Keamanan di Jembatan Kerch Krimea
Pada hari Sabtu, Presiden Volodymyr Zelensky mengakui insiden itu dalam pidato malamnya.
"Hari ini bukan hari yang buruk dan sebagian besar cerah di wilayah negara kita."
"Sayangnya di Krimea mendung. Meski juga hangat," ungkap Zelensky.
Lalu Lintas Dibuka