Tribun

G20 di Indonesia

Jaminan Keamanan Jelang KTT G20 di Bali, Seluruh Stakeholder Berkomitmen

BNPT konsen dalam pengamanan KTT G20 untuk mencegah adanya aksi terorisme dengan menggelar berbagai latihan di Bali.

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
zoom-in Jaminan Keamanan Jelang KTT G20 di Bali, Seluruh Stakeholder Berkomitmen
Tribun bali/Rizal Fanany
LIBUR NATARU DI GWK - Pengunjung berfoto dengan latar belakang Patung Garuda Wisnu Kencana di komplek Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Sabtu, Badung (28/12/2019). Berbagai persiapan dilakukan Pemerintah dan pihak terkait keamanan selama KTT G20 di Bali, Indonesia pada 15-16 November 2022. 

TRIBUNNEWS.COM - Berbagai persiapan dilakukan Pemerintah dan pihak terkait jelang KTT G20 di Bali, Indonesia pada 15-16 November 2022.

Termasuk persiapan di sektor keamanan perhelatan bertaraf internasional mempertemukan para pemimpin negara di dunia ini.

Satu di antara banyak persiapan adalah seperti yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

BNPT konsen dalam pengamanan KTT G20 untuk mencegah adanya aksi terorisme dengan menggelar berbagai latihan di Bali.

Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol Ibnu Suhendra, mengatakan, Latihan sebagai bentuk pencegahan dalam upaya pengamanan gelaran KTT G20 di Bali.

“Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan Nasional kita dalam upaya pengamanan G20. Dimana pelaksanaan ini berlangsung sejak Desember 2021 hingga November 2022,” kata Ibnu Suhendra dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com.

Ibnu Suhendra mengatakan, latihan berfokus pada pengamanan para delegasi yang hadir pada KTT G20 di Bali dari ancaman terorisme.

Baca juga: Lebih dari 1.000 Unit Kendaraan Listrik Bakal Dukung Perhelatan KTT G20 di Bali

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri maupun BIN dalam membantu pengamanan para delegasi KTT G20 dari ancaman terorisme.

“Pengamanan kita ada ring 1, ring 2 dalam hal ini fokus pada pencegahan terorisme,” ujarnya.

Di lain pihak, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra mengatakan, delegasi yang hadir merupakan utusan dari negara-negara anggota G20 dan kepala negara dari masing-masing negara anggota G20 yang merupakan tamu VIP dan VVIP.

Menurutnya, latian ini dilakukan untuk memberikan kesiapan yang lebih optimal.

“Sebelumnya memang tingkat menteri atau tingkat lain. Tapi pola pengamanan yang jelas pada prinsipnya sama. Tinggal tingkatkan eskalasinya,” tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Badung Bali juga mengimbau masyarkat setempat agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban hingga pelaksanaan KTT G20 di Bali pada 15-16 November mendatang berlangsung dengan aman dan lancar.

Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan Bupati Badung I Nyoman Giri Presta mengimbau warga untuk segera menyelesaikan konflik-konlik yang ada.

“warga juga kami imbau agar menyelesaikan potensi konflik sosial atau adat yang masih ada di wilayah masing-masing secara arif dan bijaksana,” tutup Bupati Badung I Nyoman Giri Presta.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas