Profil Benjamin Netanyahu, Politisi Senior Israel yang Terpilih Kembali Jadi Perdana Menteri
Berikut ini profil mantan Perdana Menteri (PM) Isreal Benjamin Netanyahu yang dikutip Tribunnews.com dari beberapa sumber.
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Wahyu Gilang Putranto

Setelah Pemilu 2019, Netanyahu didakwa dengan tuduhan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.
Latar Belakang Benjamin Netanyahu
Netanyahu menghabiskan sebagian besar masa remajanya tinggal di daerah Philadelphia, AS.
Ayahnya, sejarawan Yahudi terkenal Benzion Netanyahu, bekerja sebagai profesor.
Pada 1967, Netanyahu kembali ke Israel untuk bertugas di unit elit Pasukan Pertahanan Israel, sebagai komandan di unit elit, yaitu Sayeret Matkal.
Baca juga: Benjamin Netanyahu Siap Memulai Masa Jabatan Ketiga sebagai PM Israel, Yair Lapid Ucapkan Selamat
Dia mengambil bagian dalam sejumlah operasi militer, termasuk penyelamatan dramatis sebuah jet penumpang Sabena yang dibajak pada 1972.
Dengan nama sandi "Operasi Isotop," penyelamatan itu dipimpin oleh Ehud Barak.
Pekerjaan Diplomatik Benjamin Netanyahu
Netanyahu kembali ke Amerika Serikat pada tahun yang sama dan melanjutkan untuk menerima gelar dalam arsitektur dan administrasi bisnis dari Massachusetts Institute of Technology.
Pada 1976, dia dipekerjakan oleh Boston Consulting Group.
Dia kembali ke Israel setelah kematian Yoni, saudara laki-laki tertuanya, yang terbunuh saat mencoba membebaskan sandera dari pesawat Air France yang dibajak di Uganda.
Netanyahu menjadi sangat terlibat dalam upaya kontraterorisme internasional, yang membantu meluncurkan karier politiknya.
Setelah bertugas di kedutaan Israel di Washington, DC (1982-84), dia menjadi duta besar Israel untuk PBB (1984-1988).
Selama berada di PBB, Netanyahu berhasil memimpin kampanye untuk mendeklasifikasi arsip PBB tentang kejahatan perang Nazi.
Baca juga: Donald Trump Sebut Mantan PM Israel Benjamin Netanyahu Tak Pernah Berniat Damai dengan Palestina