Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

SpaceX Luncurkan 2 Satelit Telekomunikasi ke Orbit dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral

Roket lepas landas dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral, Florida, AS pukul 11:06 EST, membawa satelit Intelsat Galaxy 31 dan Galaxy 32.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in SpaceX Luncurkan 2 Satelit Telekomunikasi ke Orbit dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral
Pinterest
Elon Musk, pendiri perusahaan antariksa SpaceX. - SpaceX meluncurkan roket pembawa Falcon 9 dengan dua satelit telekomunikasi pada Sabtu (12/11/2022). Roket lepas landas dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral, Florida, AS pukul 11:06 EST, membawa satelit Intelsat Galaxy 31 dan Galaxy 32. 

TRIBUNNEWS.COM - SpaceX meluncurkan roket pembawa Falcon 9 dengan dua satelit telekomunikasi pada Sabtu (12/11/2022).

Peluncuran disiarkan di situs web perusahaan.

Roket lepas landas dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS) pada pukul 11:06 EST, membawa satelit Intelsat Galaxy 31 dan Galaxy 32.

Dilansir TASS, kali ini, perusahaan milik Elon Musk itu memutuskan untuk tidak mengembalikan komponen Falcon 9 ini ke Bumi.

Semua bahan bakar akan digunakan untuk meluncurkan satelit ke orbit sebelum jatuh ke Samudera Atlantik.

SpaceX didirikan pada 2002 dan berkantor pusat di California, Amerika Serikat.

Elon Musk mengatakan salah satu tujuannya mendirikan perusahaan ini untuk mengurangi biaya dan meningkatkan akses ke luar angkasa.

Baca juga: Kecelakaan saat Uji Mesin Roket, Teknisi SpaceX Koma Selama Dua Bulan

Rekomendasi Untuk Anda

Penyebaran satelit SpaceX di orbit Bumi

Diwartakan sebelumnya, Pengadilan Banding AS menguatkan keputusan Lembaga Komisi Penyiaran AS (FCC) untuk menyetujui rencana SpaceX menyebarkan beberapa satelit Starlink di orbit Bumi rendah atau Low Earth Orbit (LEO).

SpaceX berencana menerbangkan beberapa satelitnya sebagai bagian dari upaya untuk menawarkan internet broadband berbasis ruang angkasa.

Dikutip dari Reuters, pada 2021 kemarin SpaceX mendapat persetujuan dari FCC untuk menerbangkan 2.824 satelit ke orbit Bumi rendah.

Hal ini dimaksudkan untuk menyediakan layanan internet broadband berkecepatan tinggi.

Baca juga: Elon Musk Janji SpaceX Bakal Terus Danai Layanan Internet Ukraina

Tahap pertama yang dapat digunakan kembali dari roket Falcon 9 SpaceX (Space Exploration Technologies Corp.) kembali ke darat setelah peluncuran muatan satelit mata-mata NROL-87 untuk National Reconnaissance Office dari landasan peluncuran SLC-4E di Vandenberg US Space Force Base di 2 Februari 2022 di Lompoc, California. (Photo by Patrick T. FALLON / AFP)
Tahap pertama yang dapat digunakan kembali dari roket Falcon 9 SpaceX (Space Exploration Technologies Corp.) kembali ke darat setelah peluncuran muatan satelit mata-mata NROL-87 untuk National Reconnaissance Office dari landasan peluncuran SLC-4E di Vandenberg US Space Force Base di 2 Februari 2022 di Lompoc, California. (Photo by Patrick T. FALLON / AFP) (AFP/PATRICK T. FALLON)

Namun, dua perusahaan saingan SpaceX, Viasat Inc dan DISH Network Corp telah menentang persetujuan FCC tersebut.

Viasat mengatakan, pihaknya yakin keputusan FCC ini dapat mengancam keselamatan lingkungan dan ruang angkasa.

"Keputusan tersebut merupakan kemunduran bagi keselamatan ruang angkasa dan perlindungan lingkungan," ujar Viasat pada Jumat (26/8/2022) lalu.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas