Tribun

Pilpres Amerika Serikat

Partai Republik akan Selidiki Bisnis Joe Biden setelah Kuasai Suara Mayoritas Pemilihan Paruh Waktu

Setelah menang suara mayoritas, Partai Republik menyatakan akan menyelidiki urusan bisnis Presiden Joe Biden dan keluarganya dengan mitra asing.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Wahyu Gilang Putranto
zoom-in Partai Republik akan Selidiki Bisnis Joe Biden setelah Kuasai Suara Mayoritas Pemilihan Paruh Waktu
AFP/SAUL LOEB
Presiden AS Joe Biden menghadiri pertemuan darurat untuk membahas serangan rudal di wilayah Polandia dekat perbatasan dengan Ukraina dengan anggota G7 di sela-sela KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, di pulau resor Indonesia Bali pada 16 November , 2022. - Setelah menang suara mayoritas, Partai Republik menyatakan akan menyelidiki urusan bisnis Presiden Joe Biden dan keluarganya dengan mitra asing.(Photo by SAUL LOEB / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Partai Republik meraih kemenangan dalam pemilihan paruh waktu untuk memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS).

Pada Kamis (17/11/2011), setelah mengamankan suara mayoritas, Republik menyatakan akan fokus menyelidiki urusan bisnis Presiden Joe Biden dan keluarganya.

"Dalam Kongres ke-118, komite ini akan mengevaluasi status hubungan Joe Biden dengan mitra asing keluarganya," papar Republikan, James Comer.

"Saya ingin memperjelas: ini adalah penyelidikan terhadap Joe Biden," jelasnya.

Dilansir CNN, Comer menambahkan timnya telah berbicara dengan beberapa pelapor yang mengaku terlibat dalam skema yang melibatkan keluarga Biden.

"Kami ingin sekali berbicara dengan orang-orang di keluarga Biden, khususnya Hunter Biden dan Joe Biden," kata Comer.

Sementara, Gedung Putih mengatakan penyelidikan itu bermotif politik dan membuang-buang waktu.

Baca juga: Mantan Presiden Donald Trump Bersiap Calonkan Diri di Pilpres AS 2024

"Alih-alih bekerja dengan Presiden Biden untuk mengatasi masalah-masalah penting bagi rakyat Amerika, seperti biaya yang lebih rendah, prioritas utama Kongres Partai Republik adalah mengejar Presiden Biden dengan serangan bermotivasi politik yang penuh dengan teori konspirasi yang telah lama dibantah," ucap Juru Bicara Kantor Dewan Gedung Putih, Ian Sams.

"Presiden Biden tidak akan membiarkan serangan politik ini mengalihkan perhatiannya dari fokus pada prioritas Amerika, dan kami berharap anggota Kongres dari Partai Republik akan bergabung dengan kami dalam menangani mereka alih-alih membuang waktu dan sumber daya untuk balas dendam politik," tambah Sams.

Saat menjadi Partai Demokrat berkuasa, Partai Republik tidak memiliki banyak kemampuan untuk mengakses dokumen.

Tapi begitu Kongres baru dilantik pada Januari 2023, Partai Republik akan mendapat kekuatan.

Penyelidikan terhadap putra Biden

Jaksa federal sebelumnya menyelidiki Hunter Biden sejak 2018.

Sampai sekarang belum mengajukan tuntutan apapun.

Baca juga: Sederet Politisi yang Bisa Maju di Pilpres AS 2024, Ada Joe Biden hingga Donald Trump

Presiden AS Joe Biden menghadiri pertemuan darurat untuk membahas serangan rudal di wilayah Polandia dekat perbatasan dengan Ukraina dengan anggota G7 di sela-sela KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, di pulau resor Indonesia Bali pada 16 November , 2022. (Photo by SAUL LOEB / AFP)
Presiden AS Joe Biden menghadiri pertemuan darurat untuk membahas serangan rudal di wilayah Polandia dekat perbatasan dengan Ukraina dengan anggota G7 di sela-sela KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, di pulau resor Indonesia Bali pada 16 November , 2022. (Photo by SAUL LOEB / AFP) (AFP/SAUL LOEB)
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas