Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Khawatir Ancaman Serangan Turki ke Suriah Bisa Bebaskan Ribuan Napi ISIS

Pentagon khawatir ancaman serangan Turki ke Suriah bisa bebaskan ribuan napi ISIS yang berada di penjara yang dikelola sebagian militan Kurdi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in AS Khawatir Ancaman Serangan Turki ke Suriah Bisa Bebaskan Ribuan Napi ISIS
Delil SOULEIMAN/AFP
Sebuah gambar menunjukkan pemandangan tank setengah terkubur di alun-alun "Free Woman" di kota Kurdi, Suriah, juga dikenal sebagai Ayn al-Arab, di utara gubernur Aleppo pada 20 November 2022. Turki mengumumkan telah melakukan serangan udara terhadap pangkalan militan Kurdi yang dilarang di seluruh Suriah utara dan Irak, yang disebut digunakan untuk melancarkan serangan "teroris" di tanah Turki. 

"Kami berulang kali menunjukkan ancaman terhadap keamanan nasional kami, yang ditimbulkan oleh jaringan teroris PKK/YPG di Suriah dan Irak. Kami selalu menyerukan solidaritas yang tegas dan tulus dalam menghadapi terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.”

Turki sebelumnya telah melakukan pembicaraan dengan Moskow untuk melakukan operasi skala kecil di dekat perbatasan Turki untuk menyingkirkan militan Kurdi Suriah.

Melalui telepon, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan kepada Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu bahwa Turki akan terus menanggapi serangan yang menargetkan pemukiman sipil di Turki.

“Kami menunjukkan bahwa secara permanen mencegah ancaman dan koridor teroris, dan menetralisir organisasi teroris, adalah prioritas utama kami,” kata Hulusi Akar kepada Shoigu, Kamis (24/11/2022), dikutip dari Middle East Eye.

“Sekali lagi ditekankan bahwa sangat penting untuk mematuhi kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya mengenai masalah ini.”

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Turki

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas