Tribun

Virus Corona

Latar Belakang Demonstrasi Kebijakan nol-Covid China, Berawal dari Kebakaran yang Tewaskan 10 Orang

Demonstrasi penolakan kebijakan nol-Covid terjadi di beberapa wilayah China. Hal ini dilatarbelakangi kejadian kebakaran yang tewaskan 10 orang.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nanda Lusiana Saputri
zoom-in Latar Belakang Demonstrasi Kebijakan nol-Covid China, Berawal dari Kebakaran yang Tewaskan 10 Orang
Twitter Produser Christopher Mung @SiuTat_Mung
Di Central, Hong Kong, orang-orang berkumpul dengan kertas kosong untuk mendukung protes di China daratan, Senin (28/11/2022). - Demonstrasi besar-besaran terjadi di China untuk memprotes kebijakan nol-Covid. Protes ini dilatarbelakangi karena kejadian kebakaran yang menewaskan 10 orang. 

TRIBUNNEWS.COM - Polisi di China telah diturunkan ke wilayah-wilayah terjadinya demonstrasi kebijakan nol-Covid.

Demonstrasi ini menjadi yang pertama setelah kebijakan nol-Covid digaungkan oleh Presiden China, Xi Jinping.

Kemarahan pengunjuk rasa diawali dengan adanya tragedi kebakaran di wilayah Urumqi, di mana mengakibatkan 10 orang tewas.

Akibat kebijakan nol-Covid, kebakaran tersebut tak dapat ditangani oleh pemadam kebakaran karena tidak dapat menjangkau lokasi.

Pemadam kebakaran menyebut, akibat penghalang yang didirikan pemerintah China untuk melakukan lockdown, membuat pihaknya tak dapat memadamkan api.

Dikutip dari Al Jazeera, akibatnya, 10 orang tewas terbakar di dalam apartemen mereka.

Baca juga: Pemerintah China Longgarkan Aturan Lockdown Covid-19 setelah Demo Meluas

Para pejabat di China membantah apartemen tersebut telah ditutup.

Kebakaran Urumqi menyebabkan protes di beberapa kota di seluruh China, termasuk Ibu Kota Beijing dan Shanghai.

Para demonstran merasa frustasi dengan lockdown berkepanjangan dan pembatasan keras terkait kebijakan nol-Covid.

Dikutip dari AFP, salah satu pengunjuk rasa di Beijing mengungkapkan, dia dan lima orang temannya dipanggil oleh polisi untuk meminta informasi tentang pergerakan mereka.

Dalam satu kasus, katanya, seorang petugas polisi mengunjungi rumah temannya setelah mereka menolak menjawab telepon polisi.

Baca juga: Harga Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Melemahnya Permintaan Pasokan dari China

"Dia menyebutkan nama saya dan bertanya apakah saya pergi ke Sungai Liangma tadi malam," ujar pengunjuk rasa tersebut yang meminta anonimitas untuk alasan keamanan.

"Dia bertanya dengan sangat spesifik berapa banyak orang di sana, jam berapa saya pergi, bagaimana saya mendengarnya," lanjutnya.

Sebuah protes di Liangma pada hari sebelumnya menarik sekitar 400 orang dan deretan kendaraan polisi ditempatkan di lokasi tersebut pada hari Senin.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas