Prancis Dukung Proposal Uni Eropa soal Pengadilan Perang atas Invasi Rusia ke Ukraina
Prancis mendukung proposal Uni Eropa soal pengadilan perang atas invasi Rusia ke Ukraina. Pengadilan ini ditujukan bagi pejabat Rusia, termasuk Putin.
Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Daryono
![Prancis Dukung Proposal Uni Eropa soal Pengadilan Perang atas Invasi Rusia ke Ukraina](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/mencari-korban-akibat-hantaman-rudal-rusia_20220711_172315.jpg)
TRIBUNNEWS.COM - Prancis mendukung adanya pengadilan militer untuk pejabat Rusia yang terlibat dalam invasi Rusia ke Ukraina.
Paris adalah negara barat besar pertama yang secara terbuka mendukung proposal Uni Eropa tentang pengadilan khusus untuk mengadili kejahatan agresi tersebut.
Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan mendukung gagasan itu.
Niat yang ditunjukkan Prancis dipandang sebagai langkah besar karena negara-negara barat saat ini enggan melanjutkan negosiasi mereka dengan Kremlin.
"Tujuannya adalah untuk mendapatkan konsensus seluas mungkin tentang proyek ini di antara anggota komunitas internasional," bunyi pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Prancis, dikutip dari WIO News.
Baca juga: Perluasan Militer China dan Rusia jadi Ancaman Serius, NATO Gelar Rapat di Romania
Proposal Uni Eropa soal Pengadilan atas Kejahatan Perang Rusia ke Ukraina
Sebelumnya, Uni Eropa mengusulkan pembentukan pengadilan khusus untuk mengadili pejabat tinggi Rusia atas konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.
Dalam proposal tersebut, Uni Eropa mengatakan pengadilan akan dibentuk setelah diskusi yang tepat dengan semua negara anggota Uni Eropa.
Jika diterima, lingkup penyelidikan akan mencakup pejabat Rusia yang terlibat invasi, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin.
Uni Eropa dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen akan bekerja dengan mitra Eropa untuk mewujudkannya, jika anggota setuju, dikutip dari Kyiv Independent.
![Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen setujui proposal Uni Eropa untuk meminta pertanggung jawaban Rusia atas invasi ke Ukraina.](https://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/presiden-komisi-eropa-ursula-von-der-leyen.jpg)
Baca juga: Rusia Ancam NATO akan Jadi Target Militer Moskow Jika Nekat Pasok Rudal Patriot ke Ukraina
Tanggapan Rusia
Upaya Uni Eropa tersebut bukanlah yang pertama.
Sebelumnya, Pengadilan Pidana Internasional (ICC) telah merencanakan pengadilan atas kejahatan perang Rusia di Ukraina.
Namun, Rusia belum menandatangani perjanjian ICC.
Akibatnya, pengadilan baru diperlukan jika pejabat Rusia akan diadili atas kejahatan agresi.p
![Tentara Rusia berjalan di sepanjang jalan di Mariupol pada 12 April 2022.](https://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/tentara-rusia-berjalan-di-sepanjang-jalan-di-mariupol-pada-12-april-2022.jpg)
Upaya Uni Eropa agar Rusia Bertanggungjawab
Rusia tidak menerima yurisdiksi ICC, sehingga Uni Eropa harus mengambil jalan lain.
Komisi Eropa mengatakan pihaknya memberikan dua opsi kepada 27 negara Uni Eropa untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas invasi di Ukraina.
Opsi pertama adalah pengadilan internasional independen khusus berdasarkan perjanjian multilateral.
Opsi kedua yaitu pengadilan khusus yang terintegrasi dalam sistem peradilan nasional dengan hakim internasional atau pengadilan campuran.
Baca juga: Tanggapan Amerika Serikat soal Pemimpin ISIS Tewas: Kami Menyambut Berita Baik Ini
“Rusia dan oligarkinya harus memberi kompensasi kepada Ukraina atas kerusakan dan menutupi biaya untuk membangun kembali negara itu,” kata Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, Rabu (30/11/2022), dikutip dari PBS.
“Kami memiliki sarana untuk membuat Rusia membayar.”
Von der Leyen mengatakan 300 miliar euro ($308 miliar) cadangan bank sentral Rusia telah dilumpuhkan.
Termasuk, 19 miliar euro ($20 miliar) uang oligarki Rusia telah dibekukan.
Selain Prancis, Belanda juga akan memberikan dukungan mereka pada pembentukan pengadilan tersebut.
“Adalah tugas kami, sebagai komunitas internasional, untuk memastikan bahwa kami melakukan keadilan,” kata menteri luar negeri Belanda, Wopke Hoekstra, Kamis (1/12/2022).
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Artikel lain terkait Konflik Rusia VS Ukraina
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.