Profil Hakeem Jeffries, Politisi Kulit Hitam Pertama yang Jadi Ketua DPR AS dari Partai Demokrat
Politisi Hakeem Jeffries terpilih dengan suara bulat menjadi Ketua DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat pada Rabu (30/11/2022).
Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Hendra Gunawan
Kemudian dia belajar ilmu politik di Universitas Binghamton dan lulus pada 1992 dengan gelar Bachelor of Arts dengan pujian. Selama kuliah di Binghamton, dia menjadi anggota kelompok persaudaraan Afrika-Amerika Kappa Alpha Psi.
Baca juga: Partai Republik akan Selidiki Bisnis Joe Biden setelah Kuasai Suara Mayoritas Pemilihan Paruh Waktu
Jeffries menjalani studi pascasarjana di Sekolah Kebijakan Publik McCourt Universitas Georgetown, kemudian memperoleh gelar Magister Kebijakan Publik pada 1994.
Ia kemudian kuliah di Fakultas Hukum Universitas New York, di mana ia menjadi anggota Peninjauan Hukum Universitas New York. Jeffries lulus pada 1997 dengan gelar The Juris Doctor.
Setelah lulus dari sekolah hukum, Jeffries menghabiskan satu tahun sebagai panitera untuk Hakim Harold Baer Jr. dari Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York.
Dari tahun 1998 hingga 2004, dia membuka praktik pribadi di firma hukum Paul, Weiss, Rifkind, Wharton & Garrison. Pada 2004, dia menjadi litigator internal untuk perusahaan media massa Viacom dan CBS, di mana dia menangani litigasi dari kontroversi pertunjukan Super Bowl XXXVIII.
Selama Jeffries bekerja di Paul, Weiss, dia juga menjabat sebagai direktur urusan antar pemerintah untuk New York State Chapter dari National Association of Minority Contractors dan sebagai presiden Black Attorneys for Progress.
3. Tekankan Isu Keadilan Ras dan Kekerasan Senjata
Dalam sebuah surat yang meminta rekan-rekannya untuk mendukung pencalonannya sebagai Pemimpin DPR, Jeffries menekankan komitmennya terhadap isu-isu seperti keadilan rasial, kekerasan senjata, dan hak reproduksi.
Direktur Komunikasi untuk kantor Jeffries, Andy Eichar, mengatakan kepada Al Jazeera melalui email bahwa Jeffries telah bekerja untuk memperjuangkan reformasi peradilan pidana dan dia akan melindungi layanan kesehatan dari "serangan sayap kanan".
Namun, Jeffries telah mempertaruhkan posisi yang lebih konservatif dalam perdebatan mengenai masa depan Partai Demokrat dan diperkirakan akan menggunakan posisinya untuk melawan tantangan dari partai sayap kiri yang lebih progresif.
Dalam sebuah wawancara dengan The Atlantic, Jeffries mengatakan dia tidak akan pernah "bertekuk lutut ke sosialisme demokratis sayap kiri".
Dia juga pendukung vokal mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, saat Clinton mencalonkan diri di pemilihan pendahuluan Demokrat 2016 melawan Senator Bernie Sanders, seorang sosialis Partai Demokrat.
4. Dukungan untuk Israel
Dalam peran barunya, Jeffries diharapkan dapat membawa kesinambungan di bidang-bidang seperti hubungan AS dengan Israel.