Tribun

Virus Corona

Xi Jinping Ubah Kebijakan Covid-19, Pembatasan di China Mulai Diperlonggar

Pelonggaran ini dilakukan dengan membatalkan persyaratan tes PCR Covid untuk masyarakat yang akan menggunakan transportasi umum atau berpergian

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Xi Jinping Ubah Kebijakan Covid-19, Pembatasan di China Mulai Diperlonggar
Video screen grab via Reuters
Aksi protes terhadap kebijakan pembatasan Covid-19 telah menyebar ke banyak kota di China. Pasca demo besar-besaran yang digelar jutaan masyarakat China sebagai bentuk protes atas kebijakan pengetatan lockdown, kini pemerintah Xi Jinping perlahan mulai melonggarkan kebijakan nol Covid-19 di sejumlah wilayah, termasuk Shanghai. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Pasca demo besar-besaran yang digelar jutaan masyarakat China sebagai bentuk protes atas kebijakan pengetatan lockdown, kini pemerintah Xi Jinping perlahan mulai melonggarkan kebijakan nol Covid-19 di sejumlah wilayah, termasuk Shanghai.

Pelonggaran ini dilakukan dengan membatalkan persyaratan tes PCR Covid untuk masyarakat yang akan menggunakan transportasi umum atau berpergian ke tempat luar ruangan.

Dengan kebijakan baru tersebut para penduduk di kota Shanghai tidak perlu lagi menunjukkan bukti tes negatif untuk memasuki kereta bawah tanah, bus, atau bahkan saat berkunjung ke taman kota, mulai Senin (5/12/2022), seperti yang dikutip dari Bloomberg.

Baca juga: Kepolisian China Gunakan Data Ponsel Lacak Pendemo di Tengah Aksi Protes Pembatasan Covid-19

Pelanggaran tersebut dilakukan untuk mempermudah fleksibilitas masyarakat saat melakukan aktivitas sehari-hari, mengingat kota ini merupakan pusat keuangan terbesar di negara itu.

Tak hanya Shanghai, kebijakan seperti ini juga berlaku bagi penduduk Beijing, dimana mulai Sabtu (3/12/2022) pemerintah pusat resmi menghapus stan pengujian Covid-19.

Sebuah video yang dibagikan secara luas di media sosial Tiongkok pada hari Jumat (2/12/2022) memperlihatkan para pekerja di Beijing memindahkan stan pengujian dengan derek.

Sementara di Shenzhen, penumpang tidak lagi harus menunjukkan hasil tes mereka untuk bepergian antar kota. Langkah serupa sebelumnya dilakukan di kota-kota terbesar di China, termasuk kota Chengdu dan Tianjin.

Baca juga: Guangzhou dan Chongqing Umumkan Pelonggaran Pembatasan Covid-19 di Tengah Aksi Protes yang Meluas

Meski saat ini kasus harian mendekati titik tertinggi sepanjang sejarah, namun kebijakan pelonggaran nol-Covid terpaksa diambil untuk meredam amarah masyarakat yang frustasi akibat kebijakan lockdown selama 3 tahun terakhir, tepatnya pada akhir 2019 silam.

Selain itu, langkah pelonggaran diambil untuk mempercepat upaya pemulihan ekonomi yang sempat melambat tajam akibat terpengaruh kebijakan pembatasan wilayah.

Dengan mengutak-atik sejumlah pendekatan nantinya pemerintah pusat akan tetap mendesak pemerintah daerah untuk melakukan penanganan Covid yang lebih bertarget di tengah pelonggaran di sejumlah wilayah.

Selain membuka sejumlah fasilitas umum, pemerintah China juga mulai mengizinkan pasien penderita kasus positif untuk  melakukan isolasi mandiri di rumah tanpa harus datang ke pusat rehabilitasi.

Baca juga: Otoritas China Mulai Selidiki Pengunjuk Rasa yang Menentang Kebijakan Pembatasan Covid-19

Aturan ini berbanding terbalik dengan kebijakan di awal tahun lalu, ketika seluruh distrik harus memberlakukan lockdown selama berminggu-minggu, apabila ada salah satu warganya yang terinfeksi Covid-19.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas