Tribun

Gara-gara Ketahuan Nonton Film Drakor, Dua Remaja di Korut Ditembak Mati

Kedua remaja itu diperkirakan berusia antara 16 dan 17 tahun, dieksekusi mati di lapangan terbang dekat kota Hyesan pada Oktober lalu

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Gara-gara Ketahuan Nonton Film Drakor, Dua Remaja di Korut Ditembak Mati
ISTIMEWA
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL – Dua remaja di Korea Utara dikabarkan telah ditembak mati oleh regu penembak karena menonton dan menyebarluaskan film Drama Korea (drakor) atau biasa dikenal dengan K-Drama yang berasal dari negara tetangganya yakni Korea Selatan.

Dikutip dari Daily Mail, kedua remaja itu diperkirakan berusia antara 16 dan 17 tahun, dieksekusi mati di lapangan terbang dekat kota Hyesan pada Oktober lalu. Namun, berita kematian mereka baru muncul pekan lalu.

Seperti diketahui, rezim Kim Jong Un memang dikenal sangat kejam dan menutup warga Korut dari pengaruh luar, termasuk konten hiburan asal Korea Selatan, yang kian digandrungi dunia.

Baca juga: Ikut-ikutan Kecam Uji Coba ICBM, Korut Juluki Sekjen PBB Sebagai Boneka Amerika

Meskipun Korea Utara sangat tertutup dan ketat menyensor informasi dari dunia luar, tetapi banyak oknum yang berhasil menyelundupkan konten hiburan seperti musik, film, hingga drama dari luar negeri.

Lagu K-Pop, drama Korea, acara televisi hingga film dari Korea Selatan pun semakin tersebar luas di penjuru Korea Utara melalui penyelundupan konten via USB flash drive dan kartu SD yang mudah disembunyikan.

Penyelundup biasanya membawa konten media Korea Selatan ke Korea Utara melalui China. Dari situ, para distributor lalu menyebarkannya ke orang-orang.

Eksekusi semacam itu jarang terjadi di Korea Utara, tetapi tidak pernah terdengar, dan biasanya digunakan untuk menakut-nakuti orang agar patuh ketika pihak berwenang khawatir tentang pelanggaran aturan.

“Pemuda Korea Utara yang tertangkap menonton film asing akan dikirim ke pusat kerja disipliner,” kata satu sumber di Hyesan.

Adapun, ketika seseorang melakukan pelanggaran kedua, maka sang pelanggar itu akan dikirim ke kamp pemasyarakatan selama lima tahun bersama orang tua mereka, sebagai hukuman karena gagal mendisiplinkan anak-anak mereka.

"Siapa pun yang ketahuan mendistribusikan atau menjual film Korea Selatan dapat menghadapi hukuman mati, bahkan jika mereka masih di bawah umur,” tambah sumber itu.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas