Tribun

Warga Korea Selatan Jadi Lebih Muda Gara-gara Sistem Zaman Baru

Warga Korea Selatan akan mendapatkan satu tahun atau bahkan dua tahun lebih muda, sejak pemerintahnya mengubah sistem penghitungan usia.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Warga Korea Selatan Jadi Lebih Muda Gara-gara Sistem Zaman Baru
AFP/MANAN VATSYAYANA
Seorang pendukung Timnas Korea Selatan hadir dalam laga sepak bola babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar antara Brasil melawan Korea Selatan di Stadion 974, di Doha, Qatar, Senin (5/12/2022) waktu setempat. Warga Korea Selatan akan mendapatkan satu tahun atau bahkan dua tahun lebih muda, sejak pemerintahnya mengubah sistem penghitungan usia. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Cara Korea Selatan menentukan usia seseorang selama ini berbeda dengan yang diakui secara internasional.

Saat seorang bayi lahir, itu akan dianggap berusia satu tahun, karena masa sembilan bulan kehamilan seorang wanita dihitung sebagai satu tahun.

Namun warga Korea Selatan akan mendapatkan satu tahun atau bahkan dua tahun lebih muda, sejak pemerintah negara itu berencana untuk mengubah sistem penghitungan usianya.

Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (9/12/2022), Majelis Nasional Korea Selatan mengesahkan sejumlah Undang-undang (UU) yang mewajibkan warga negara untuk menggunakan sistem usia yang diakui secara internasional, di mana usia dihitung dari tanggal lahir seseorang.

Perubahan tersebut akan mulai berlaku pada musim panas mendatang.

Baca juga: Pengemudi Truk Korea Selatan Mogok Kerja, Pengiriman Barang Senilai 2,65 Miliar Dolar AS Tertunda

Selama ini, sistem tradisional Korea untuk menentukan usia berbeda dengan sistem internasional.

Selain menghitung 9 bulan kehamilan sebagai satu tahun kehidupan, warga Korea Selatan bertambah satu tahun lebih tua setiap Tahun Baru.

Jadi, bayi di Korea Selatan yang lahir pada 30 Desember 2020 akan berusia dua tahun pada 1 Januari 2021.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan Kementerian Perundang-undangan Pemerintah, lebih dari 80 persen warga Korea Selatan menyatakan dukungannya untuk menyesuaikan sistem penghitungan usia agar sesuai dengan standar internasional.

Presiden Yoon Suk Yeol berjanji untuk melakukannya sebagai bagian dari kampanye pemilihannya, langkah ini pun didukung Parlemen Korea Selatan.

Baca juga: Militer Korea Utara Perintahkan Penembakan Artileri ke Perbatasan Korea Selatan

"Revisi ini bertujuan untuk mengurangi biaya sosio-ekonomi yang tidak perlu karena perselisihan hukum dan sosial serta kebingungan terus berlanjut karena cara menghitung usia yang berbeda," kata Yoo Sang-bum dari partai berkuasa People Power.

Di sisi lain, sejarawan tidak memiliki penjelasan yang jelas tentang asal-usul kalender Korea.

Sebuah teori menyatakan bahwa satu tahun ditambahkan, karena waktu yang dihabiskan bayi di dalam rahim, 9 bulan dibulatkan menjadi satu tahun penuh.

Penjelasan lain yang mungkin menjadi landasan adalah kekhususan sistem numerik Asia kuno yang tidak memiliki konsep nol.

Jawaban atas pertanyaan tentang satu tahun yang ditambahkan setiap 1 Januari pun masih diselimuti misteri.

Menurut teori, dengan tidak adanya kalender reguler, orang Korea kuno mengabaikan tanggal lahir mereka dan hanya menambahkan satu tahun pada hari pertama kalender lunar.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas