Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

106 Kru Kapal Thailand HTMS Sukhothai yang Tenggelam Berhasil Diselamatkan, 3 Kru Kritis

106 kru Kapal Perang Thailand HTMS Sukhothai yang tenggelam berhasil diselamatkan, 3 kru dalam kondisi kritis. Seorang kru sempat tak sadarkan diri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 106 Kru Kapal Thailand HTMS Sukhothai yang Tenggelam Berhasil Diselamatkan, 3 Kru Kritis
Lillian SUWANRUMPHA/AFP
Personel tentara dan kru penyelamat berkumpul di lokasi operasi penyelamatan darurat selama pencarian korban yang selamat dari terbaliknya kapal angkatan laut Thailand HTMS Sukhothai sekitar 37 kilometer (22 mil) di lepas pantai tenggara pada Minggu malam, 19 Desember 2022, di Dermaga Bang Saphan di Prachuap Khiri Khan distrik. Fregat dan helikopter militer Thailand mencari 31 pelaut setelah sebuah kapal angkatan laut tenggelam, dengan lusinan lainnya telah diangkut dari perairan berombak. - Seluruh kru berhasil diselamatkan. 

"Gelombangnya cukup tinggi, sekitar tiga meter saat kapal tenggelam," katanya.

"Saya memakai jaket pelampung dan melompat. Saya berenang selama tiga jam."

Baca juga: Kapal Angkatan Laut Thailand HTMS Sukhothai Tenggelam, Angkut 106 Orang

Kronologi Kapal HTMS Sukhothai tenggelam

Sebuah kapal penyelamat bertambat ke kapal angkatan laut di Dermaga Bang Saphan di distrik Prachuap Khiri Khan selama operasi pencarian korban selamat setelah kapal angkatan laut Thailand HTMS Sukhothai tenggelam sekitar 37 kilometer (22 mil) di lepas pantai pada Minggu malam, 19 Desember 2022. Fregat dan helikopter militer Thailand mencari 31 pelaut setelah sebuah kapal angkatan laut tenggelam, dengan lusinan lainnya telah diangkut dari perairan berombak.
Sebuah kapal penyelamat bertambat ke kapal angkatan laut di Dermaga Bang Saphan di distrik Prachuap Khiri Khan selama operasi pencarian korban selamat setelah kapal angkatan laut Thailand HTMS Sukhothai tenggelam sekitar 37 kilometer (22 mil) di lepas pantai pada Minggu malam, 19 Desember 2022. Fregat dan helikopter militer Thailand mencari 31 pelaut setelah sebuah kapal angkatan laut tenggelam, dengan lusinan lainnya telah diangkut dari perairan berombak. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Sebelum tenggelam, kapal HTMS Sukhothai menghadapi gelombang laut yang kuat pada Minggu (18/12/2022) sekira pukul 23.30 waktu Thailand.

Kapal tersebut sedang berpatroli 32 km (20 mil) timur Bang Saphan, di provinsi Prachuap Khiri Khan.

Mereka terjebak dalam badai pada hari Minggu.

Sehingga, kapal miring ke kanan dan kemasukan air.

Rekomendasi Untuk Anda

Akibatnya, terjadi pemadaman listrik karena korsleting pada sistem kelistrikan kapal.

Pemadaman listrik di kapal sepanjang 252 kaki (76,8 meter) ini, menyebabkan sistem tenaga utama kapal gagal.

Sehingga, membuat awak kapal tidak dapat bermanuver atau memompa keluar air laut yang masuk ke lambungnya.

Selama lebih dari tiga jam, upaya untuk mentransfer pompa ke Sukhothai dari kapal angkatan laut lain yang menanggapi insiden itu gagal.

"Pada pukul 00.12 pagi hari Senin (19/12/2022), Sukhothai naik lebih jauh dan kemudian tenggelam," kata pihak berwenang Thailand.

Baca juga: Kobarkan Psywar, Pelatih Timnas Thailand Optimis Skuad Gajah Putih Raih Juara Piala AFF 2022

Penyelamatan

Kru Kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Thailand, HTMS Sukhothai yang selamat setelah kapal tersebut tenggelam di Teluk Thailand karena cuaca buruk, Senin (19/12/2022) pagi. Seluruh kru kapal berhasil diselamatkan.
Kru Kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Thailand, HTMS Sukhothai yang selamat setelah kapal tersebut tenggelam di Teluk Thailand karena cuaca buruk, Senin (19/12/2022) pagi. Seluruh kru kapal berhasil diselamatkan. (Twitter/ROYAL THAI NAVY/@prroyalthainavy)

Cuaca buruk di Teluk Thailand, sekitar 20 mil (32 kilometer) dari Distrik Bang Saphan, provinsi Prachuap Khiri Khan, berlanjut hingga Senin pagi.

Hal ini menghambat upaya pencarian awak yang hilang.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas