Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional 2023: Sejarah, Cara Memperingati, dan Link Twibbon

Simak sejarah, cara memperingati dan link Twibbon Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional 2023, yang jatuh pada hari ini, Sabtu 28 Januari 2023.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional 2023: Sejarah, Cara Memperingati, dan Link Twibbon
HO
Ilustrasi Carbon capture (penangkapan karbon) - Simak sejarah, cara memperingati dan link Twibbon Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional 2023, yang jatuh pada hari ini, Sabtu 28 Januari 2023. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah sejarah, cara memperingati dan link Twibbon Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional 2023.

Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional diperingati setiap 28 Januari, yang tahun ini jatuh pada Sabtu (28/1/2023).

Peringatan Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional 2023 bertujuan untuk mengampanyekan kesadaran akan bahaya Emisi CO2 di lingkungan masyarakat.

Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional 2023 diperingati oleh masyarakat sedunia sebagai cara menyelamatkan planet ini dari bahaya pemanasan global.

Melansir National Today, CO2 adalah kontributor besar yang menyebabkan perubahan iklim.

Dengan adanya peringatan ini diharapkan dapat membantu transisi dunia ke lingkungan yang lebih bersih.

Baca juga: Demi Pangkas Emisi Karbon, Uni Eropa Setuju Jadikan Ulat dan Jangkrik Santapan Lezat

Lalu bagaimana sejarah Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional 2023?

Rekomendasi Untuk Anda

Sejarah Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional 2023

Peringatan Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional 2023 berawal dari kesadaran akan perlunya mengurangi emisi efek rumah kaca atau CO2.

Mengutip dari Day Soft The Year, kesadaran itu telah menarik perhatian para ilmuwan selama 100 tahun.

Pertama kali seorang ilmuwan dari Swedia, Svante Arrhenius, pertama kali meramalkan bahwa perubahan kadar karbon dioksida di atmosfer, pada 1896.

ilustrasi asap pabrik
ilustrasi asap pabrik (freepik)

Kadar karbon dioksida di atmosfer berpotensi mengubah suhu permukaan bumi dengan efek rumah kaca.

Kemudian pada 1938, seorang ilmuwan bernama Guy Callendar menghubungkan bahwa peningkatan emisi CO2 terkait dengan pemanasan global dan perubahan iklim.

Hal itu berkaitan dengan penemuan Joseph Fourier yang menunjukkan bahwa pasti ada semacam penyekat atau selimut yang membuat Bumi lebih hangat pada 1824.

Ketika para ilmuwan terus mempelajari dampak efek rumah kaca dan hilangnya lapisan ozon di planet ini, semakin banyak bukti terungkap.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas