Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kanselir Jerman Olaf Scholz Peringatkan Konsekuensi Jika China Pasok Senjata ke Rusia

Pernyataan Scholz muncul dalam wawancara yang tayang pada Minggu (5/3/2023), dua hari setelah dia bertemu dengan Presiden AS Joe Biden

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Kanselir Jerman Olaf Scholz Peringatkan Konsekuensi Jika China Pasok Senjata ke Rusia
Tangkapan Layar Instagram Bundezkanzler
Olaf Scholz ketika bertemu dengan Presiden AS Joe Biden di Washington 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, BERLIN – Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan akan ada "konsekuensi" jika China mengirim senjata ke Rusia untuk perang di Ukraina, tetapi dia cukup optimis Beijing akan menahan diri untuk tidak melakukannya.

“Saya pikir itu akan memiliki konsekuensi, tetapi kami sekarang berada dalam tahap di mana kami menjelaskan bahwa ini tidak boleh terjadi,” kata Scholz.

“Saya cukup optimis China tidak akan ikut memasok senjata untuk Rusia, tetapi kami harus melihat itu dan kami harus sangat berhati-hati,” sambungnya.

Baca juga: Dinas Intelijen Rusia Tangkap Wanita Moskow, Diduga Danai Angkatan Bersenjata Ukraina

Pernyataan Scholz muncul dalam wawancara dengan CNN yang tayang pada Minggu (5/3/2023), dua hari setelah dia bertemu dengan Presiden AS Joe Biden di Washington.

Dalam wawancara itu, Scholz tidak merinci konsekuensi apa yang nantinya dapat dikenakan jika Beijing memasok senjata ke Moskow.

Di sisi lain, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengungkapkan pihaknya masih tetap mengamati situasi dan belum menjatuhkan sanksi apapun untuk Beijing.

Rekomendasi Untuk Anda

“Uni Eropa akan mengambil tindakan dan akan menjatuhkan sanksi kepada China jika mereka terbukti mengirimkan senjata ke Rusia,” ungkap von der Leyen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas