Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Siapkan Pasukan Robot untuk Ukraina, Teknologi AI Kini Masuk Medan Perang

AS mulai uji robot tentara humanoid berbasis AI di Ukraina. Teknologi perang masa depan kini masuk langsung ke medan tempur lawan Rusia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • AS mulai menguji robot tentara humanoid berbasis AI bernama Phantom Mk1 di Ukraina untuk membantu operasi militer dan logistik di garis depan perang melawan Rusia.
  • Robot buatan Foundation Future Industries dirancang untuk menjalankan tugas berbahaya seperti pengiriman perbekalan, pengintaian, hingga operasi di area rawan.
  • Pengembangan robot tempur AI dinilai menjadi awal era baru perang modern, meski tetap memunculkan kekhawatiran terkait kemungkinan robot bersenjata bertindak tanpa kendali.

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) mulai menguji penggunaan robot tentara humanoid berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung operasi militer di medan perang Ukraina.

Hal ini mencuat usai Perusahaan teknologi asal San Francisco, Foundation Future Industries, menyebut bahwa pihaknya saat ini menjadi salah satu pengembang utama robot humanoid untuk mendukung operasi militer Ukraina di medan perang.

Tak sendiri perusahaan itu bergabung dengan sejumlah vendor pertahanan lain yang berlomba mengembangkan sistem militer berbasis AI untuk mendukung kebutuhan tempur masa depan.

Dalam wawancara dengan CNBC  International, CEO Foundation Future Industries, Sankaet Pathak, mengungkapkan bahwa beberapa unit robot humanoid buatan perusahaan telah dikirim ke Ukraina untuk menjalani pengujian lapangan dan potensi penggunaan langsung dalam konflik melawan Rusia.

Robot humanoid yang saat ini diuji coba di Ukraina diketahui merupakan model Phantom Mk1.

Yakni sebuah robot tempur berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk beroperasi di lingkungan berbahaya dan mendukung berbagai tugas militer berisiko tinggi di medan perang.

Rekomendasi Untuk Anda

Pathak, mengatakan kemajuan teknologi AI dan robotika kini telah mencapai tahap yang memungkinkan mesin mengambil alih pekerjaan paling berbahaya yang selama ini dilakukan manusia, termasuk dalam operasi militer di wilayah konflik.

Menurut Pathak, penggunaan robot humanoid di medan perang diharapkan mampu mengurangi risiko korban jiwa di kalangan tentara manusia.

Terutama untuk tugas-tugas yang memiliki tingkat ancaman tinggi seperti pengiriman logistik, pengintaian, hingga operasi di area yang rawan serangan.

“Saya yakin teknologi ini telah mencapai tingkat di mana ia dapat menggantikan pekerjaan yang berbahaya bagi manusia,” ujar Pathak.

Robot Humanoid Dikirim ke Medan Perang Ukraina

Lebih lanjut robot AI ini juga difokuskan membantu pengiriman perbekalan, perlengkapan tempur, serta kebutuhan penting lainnya ke posisi tentara Ukraina di garis depan konflik melawan Rusia.

Baca juga: Malam Mencekam di Ukraina, Rusia Luncurkan Serangan Besar ke Kyiv, Dnipro, Kharkiv

Penggunaan robot humanoid dalam operasi militer ini dinilai menjadi bagian dari perkembangan baru strategi perang modern, di mana teknologi AI dan sistem otonom mulai memainkan peran penting dalam mendukung aktivitas tempur di berbagai negara.

Perusahaan pengembangnya, Foundation Future Industries, menyebut pengujian di Ukraina dilakukan untuk melihat kemampuan robot beroperasi di lingkungan ekstrem dan berisiko tinggi sebelum nantinya digunakan lebih luas dalam kebutuhan militer.

Tak hanya digunakan di Ukraina, robot-robot tersebut juga direncanakan menjalani pengujian bersama militer Amerika Serikat dalam beberapa waktu mendatang. 

Foundation Future Industries diketahui telah memperoleh kontrak senilai 24 juta dolar AS untuk pengembangan dan pengujian robot humanoid di berbagai cabang militer AS, termasuk Angkatan Udara, Angkatan Darat, dan Angkatan Laut.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas