Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Populer Internasional: ICC Rilis Surat Penangkapan Putin - Pilot Tabrak Drone AS Raih Penghargaan

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya ICC yang keluarkan surat perintah penangkapan kepada Vladimir Putin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in Populer Internasional: ICC Rilis Surat Penangkapan Putin - Pilot Tabrak Drone AS Raih Penghargaan
Kolase Tribunnews
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya ICC yang keluarkan surat perintah penangkapan kepada Vladimir Putin. 

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, drone itu terbang dengan transpondernya dimatikan.

Drone AS MQ-9 juga dianggap melanggar batasan wilayah udara yang diumumkan Rusia sehubungan dengan invasi di Ukraina.

Setelah insiden ini, pihak Rusia berencana mengambil puing drone AS yang jatuh di Laut Hitam.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Data Terbaru CDC China Sebut Rakun Anjing Berpotensi Jadi Inang Covid-19 di Wuhan

Rakun anjing
Rakun anjing (freepik)

Sekelompok peneliti internasional menemukan bukti yang menunjukkan Covid-19 berasal dari hewan terinfeksi yang dijual di pasar di Wuhan, China.

Data itu diunggah di database virologi global GISAID oleh para ilmuwan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, dan sempat dihapus.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun sebelum dihapus, ahli biologi evolusi Prancis, Florence Débarre, telah menyalin data genetik itu dari GISAID.

Florence Débarre kemudian membagikan data itu pada sekelompok ilmuwan di luar China, yang sedang menyelidiki asal-usul virus Covid-19.

Data itu berisi urutan genetik dari Pasar Grosir Makanan Laut Huanan, yang diambil pada awal 2020 di Wuhan.

Data itu menunjukkan anjing rakun yang dijual di pasar itu mungkin membawa dan menyebarkan virus SARS-CoV-2 atau Covid-19, dikutip dari The Hill.

"Ada peluang bagus bahwa hewan yang menyimpan DNA itu juga menyimpan virus," kata Stephen Goldstein, ahli virologi di Universitas Utah yang terlibat dalam analisis data.

"Jika Anda pergi dan melakukan pengambilan sampel lingkungan setelah peristiwa tumpahan zoonosis, (data) ini pada dasarnya persis seperti yang Anda harapkan," lanjutnya, dikutip dari ABC7.

Analisis data ini dipimpin oleh Kristian Andersen (ahli imunologi dan mikrobiologi di Scripps Research), Edward Holmes (ahli virologi di University of Sydney), dan Michael Worobey (ahli biologi evolusi di University of Arizona).

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas