Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menlu Retno Marsudi: Indonesia Kerja Keras Tangani Masalah Myanmar

Retno Marsudi mengatakan dalam 3 bulan terakhir, Indonesia telah bekerja keras mendorong implementasi 5 Point Consensus (5PC).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Erik S
zoom-in Menlu Retno Marsudi: Indonesia Kerja Keras Tangani Masalah Myanmar
Tangkap layar kanal YouTube MoFA Indonesia
Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi membeberkan langkah-langkah Indonesia sebagai ketua ASEAN dalam menangani masalah Myanmar. 

Dalam pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB, tampak jelas dukungan kuat terhadap keketuaan Indonesia, sentralitas ASEAN, dan 5PC.

Dalam engagements dengan stakeholders di Myanmar, Indonesia terus menyampaikan call mengenai pentingnya penghentian tindak kekerasan dan use of force.

"Call ini didasarkan pada kekhawatiran semakin meningkatnya penggunaan kekerasan yang tentunya mengakibatkan semakin meningkatnya korban sipil," ujarnya.

Menlu mengatakan Indonesia juga telah memfasilitasi dibukanya kembali komunikasi dan konsultasi dengan berbagai stakeholders agar AHA Centre dapat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang memerlukannya, tanpa memandang latar belakang suku, agama, dan orientasi politik.

"Perlu kami sampaikan bahwa dengan fasilitasi Indonesia tersebut, AHA Centre telah berhasil melakukan konsultasi dengan beberapa stakeholders yang sebelumnya belum dapat dilakukan," katanya.

"Dengan demikian terdapat pergerakan (movement) mengenai akses yang diberikan kepada AHA Centre," lanjut Menlu.

Konsultasi untuk menjangkau lebih banyak stakeholders masih diperlukan sambil mulai mempersiapkan delivery dari bantuan kemanusiaan tersebut.

Baca juga: Belum Ada Arahan Khusus Presiden Jokowi, Terkait Jenderal yang Akan Dikirim ke Myanmar

Rekomendasi Untuk Anda

Menlu Retno mengatakan langkah maju diperlukan jika Myanmar ingin mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

Indonesia berusaha terus membangun jembatan untuk mendekatkan perbedaan-perbedaan yang ada.

"Indonesia akan terus mencoba memfasilitasi agar kondisi kondusif tercipta, agar dialog inklusif dapat dilakukan, agar penggunaan kekerasan dapat dihentikan, dan agar bantuan kemanusiaan dapat segera dilakukan," ujarnya.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas