Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

G7 sepakat ‘membuat mesin perang Rusia menderita’ dengan sanksi tambahan

Melalui pernyataan tertulis, para pemimpin Group of Seven - tujuh negara dengan kekuatan besar di dunia - mengatakan mereka akan “melemahkan…

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Melalui pernyataan tertulis, para pemimpin Group of Seven - tujuh negara dengan kekuatan besar di dunia - mengatakan mereka akan “melemahkan Rusia dari teknologi, perlengkapan industri dan jasa dari G7 yang mendukung mesin perang negara itu”.

Tindakan ini berarti membatasi ekspor benda-benda yang “penting bagi Rusia di medan perang”.

Serangkaian sanksi juga akan dikenakan kepada kelompok-kelompok yang dituduh memindahkan material ke garis depan perang untuk Moskow.

Sebelumnya, dalam rangkaian acara KTT G7 yang tahun ini bertempat di Jepang, G7 menyepakati akan menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada Moskow dan memperbarui komitmen mereka untuk menyediakan “dukungan finansial, kemanusiaan, militer, dan diplomasi” untuk Ukraina.

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan kepada wartawan BBC Chris Mason di Hiroshima, dirinya akan memulai penjatuhan sanksi baru kepada Rusia, dan “berharap negara-negara lain akan mengikuti”.

Impor berlian dari Rusia ke Inggris adalah salah satu hal yang akan segera dilarang oleh pemerintah Inggris.

Untuk diketahui, ekspor berlian Rusia secara global senilai US$4 miliar (sekitar Rp 59,7 triliun) pada 2021.

Rekomendasi Untuk Anda

Inggris juga berencana melarang pembelian tembaga, aluminium, dan nikel yang berasal dari Rusia, dengan undang-undang baru yang akan disahkan tahun ini.

“Kami percaya dengan demokrasi, kemerdekaan, peraturan hukum - dan adalah hal yang benar untuk membela hal-hal tersebut,” kata Sunak kepada BBC.

“Saya berharap dan yakin bahwa negara-negara partner Inggris akan mengikuti langkah kami, seperti yang sudah mereka lakukan selama ini.

“Ini akan membuat sanksi-sanksi yang ada lebih efektif, memastikan Rusia membayar aktivitas ilegalnya,” ujarnya.

Sejak serangan Rusia ke Ukraina, Inggris telah menargetkan lebih dari 1.500 individu dan perusahaan, juga telah membekukan aset senilai lebih dari £18 miliar (Rp333 triliun) dengan sanksi.

Tahun lalu, Inggris, AS, Kanada, dan Jepang juga melarang impor emas Rusia dalam upayanya untuk menghambat kemampuan negara tersebut untuk membiayai perang di Ukraina.

Amerika Serikat dan Uni Eropa juga telah mengumumkan sanksi mereka untuk Rusia. Tahun lalu, Presiden AS Joe Biden menerangkan rencana untuk melarang pembelian berlian, hasil laut, dan vodka dari Rusia.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas