Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Tujuh percobaan pembunuhan Ratu Victoria

Ratu Victoria menghadapi tujuh ancaman pembunuhan, dan nampak tabah menghadapinya. Tapi, buku hariannya menyimpan kisah berbeda.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Victoria muncul tanpa cedera, tetapi cerita ini bisa saja berakhir dengan sangat berbeda.

Menyusul penyerangan Francis, sang Ratu tetap melanjutkan tugas kerajaannya dan terus tampil di depan umum, tampaknya baik-baik saja.

Sang Ratu menunjukkan keberaniannya di depan umum, dan pers memuji keberaniannya.

Sebuah puisi di The Times menggambarkannya sebagai "penguasa berhati singa" dan menjulukinya "Raja dalam keberanian, meskipun berdasarkan jenis kelamin seorang Ratu".

Penting bagi Victoria untuk menunjukkan kekuatan ini di depan umum.

Beberapa orang zaman Victoria (termasuk salah satu penyerang berikutnya) menolak gagasan untuk hidup di bawah "pemerintahan rok" dan percaya bahwa perempuan tidak memiliki ketabahan dan ketenangan untuk memerintah.

Tapi pengalaman traumatis seperti ini bisa jadi sulit dilupakan. Empat pria berbeda menembak Victoria pada tahun 1840-an.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada saat Robert Pate menyerangnya pada tahun 1850, dia mulai merasa cemas di tengah keramaian. Ini adalah reaksi yang tidak aneh saat seseorang mengalami peristiwa traumatis, seperti menjadi korban kekerasan.

Dalam jurnalnya, dia mengakui bahwa ketika publik mendekat ke keretanya, hal itu "selalu membuat saya berpikir lebih dari biasanya, tentang kemungkinan upaya pembunuhan terhadap saya".

Namun, pada akhirnya, pukulan emosional yang paling menghancurkan tidak datang dari para pembunuh, tetapi dari kematian orang yang dia cintai.

Beberapa hari setelah serangan Pate, Robert Peel – sekutu setia Ratu dan teman Albert – meninggal setelah jatuh dari kudanya. Paman Victoria meninggal tak lama kemudian.

Dalam jurnalnya, dia mengaku "diliputi perasaan terkejut & sedih".

Ini, tentu saja, tidak seberapa dibandingkan dengan kesedihan mendalam yang dia alami ketika Albert meninggal pada tahun 1861.

Selama dekade berikutnya, dia menarik diri dari kehidupan publik dan tenggelam dalam depresi berat.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas