Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

18 Warga Rusia Tewas Keracunan Minuman Beralkohol yang Terkontaminasi

18 warga Rusia di 2 wilayah, tewas keracunan minuman beralkohol yang terkontaminasi. Minuman yang terbuat dari sari apel itu mengandung metanol.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in 18 Warga Rusia Tewas Keracunan Minuman Beralkohol yang Terkontaminasi
KOMPAS.COM
Ilustrasi tewas. Sejumlah 18 orang Rusia keracunan minuman beralkohol yang terkontaminasi metanol. Pihak berwenang khawatir jika jumlah kematian bertambah. 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah 18 orang warga Rusia meninggal dunia setelah keracunan minuman beralkohol yang terbuat dari sari apel pada Senin (5/6/2023).

Polisi Rusia menangkap Anar Huseinov, pemilik perusahaan minuman bermerk "Mister Cider" itu.

Selain itu, 17 orang lainnya dirawat di rumah sakit karena mengalami kondisi yang serius.

Pihak berwenang khawatir jumlah kematian mungkin bertambah.

Pejabat setempat mengungkapkan, keracunan massal itu terjadi karena adanya kandungan metanol, sejenis alkohol yang beracun untuk manusia di dalam minuman beralkohol itu.

"Gejala-gejalanya telah terdaftar sebagai kelemahan, sakit kepala, muntah, sesak napas, penglihatan kabur, tekanan darah rendah dan pingsan," kata wakil kepala Udmurtia, Elvira Pinchuk, dikutip dari Yahoo News.

Ia mendesak semua orang yang terkena dampak untuk memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin.

Baca juga: Tersebar Pidato Palsu Putin, Sebut Keadaan Darurat dan Mobilisasi Penuh di Perbatasan Rusia-Ukraina

Rekomendasi Untuk Anda

Korban Keracunan Alkohol di Rusia

Pada Senin (5/6/2023) malam, tercatat 16 kematian di wilayah Ulyanovsk dan 2 kematian di wilayah Samara.

Sementara itu, dua orang dirawat di rumah sakit di Udmurtia, di mana beberapa sari apel telah dikirim.

Pengawas konsumen Rusia, Rospotrebnadzor, mengatakan kasus pertama keracunan terdeteksi selama akhir pekan di Kota Dimitrovgrad di Wilayah Ulyanovsk pada Minggu (4/6/2023), dikutip dari RT.

Gubernur Alexey Russkikh awalnya melaporkan 22 orang terluka, delapan di antaranya meninggal.

Seorang korban jiwa adalah seorang gadis di bawah umur.

Baca juga: Intelijen Inggris: Pasukan Rusia di Ukraina yang Tewas Akibat Penyalahgunaan Alkohol Sangat Tinggi

Penggerebekan

Gubernur Ulyanovsk, Alexey Russkikh, kemudian memerintahkan penggerebekan pencegahan di semua titik penjualan alkohol di wilayah tersebut.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas