Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Perang Ukraina: Bendungan jebol akibat serangan, seberapa fatal imbasnya?

Serangan yang merusak Bendungan Kakhovka hanyalah satu dari sekian serangan terhadap bendungan di Ukraina selama perang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Pada era Soviet, para insinyur membangun rangkaian enam bendungan di sepanjang Sungai Dnipro bagian Ukraina, yang membentang 1.095km dari perbatasan dengan Belarusia hingga ke laut.

Bendungan Kakhovka adalah yang terakhir dalam rantai tersebut.

Di antara rentetan bendungan, para insinyur era Soviet mengubah sungai menjadi serangkaian waduk besar untuk menyediakan air bagi rumah tangga dan industri, serta mengairi lahan pertanian.

Pada setiap bendungan di sepanjang Sungai Dnipro terdapat pembangkit listrik tenaga air yang menghasilkan energi ketika air di hulu dialirkan melalui turbin di dinding bendungan.

Ada sejumlah bendungan pembangkit listrik tenaga air di sungai lain, dan bendungan yang lebih kecil di pintu masuk waduk di berbagai lokasi lain di seluruh negeri.

Adakah serangan terhadap bendungan di Ukraina sebelumnya?

Pada September 2022, serangan misil menghancurkan bendungan di Waduk Karachunivske dekat Kota Kryvyi Rih di Ukraina selatan.

Hal ini menyebabkan banjir dan banyak orang diminta mengungsi.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyalahkan serangan tersebut pada Rusia dan mengatakan itu adalah balas dendam atas serangan balasan yang diluncurkan pasukan Ukraina.

Dia menyebut Rusia sebagai "negara teroris" karena menyerang sasaran sipil.

Pada Oktober 2022, terjadi serangan rudal terhadap bendungan pembangkit listrik tenaga air di Zaprorizhzhia, Kremenchuk, dan di Sungai Dniester, di bagian barat negara itu, yang menurut Ukraina semuanya adalah tanggung jawab Rusia.

Pada Desember 2022 dan Februari 2023, pembangkit listrik tenaga air Dnipro, dekat Zaporizhzhia, diserang oleh misil. Ukraina kembali menyalahkan Rusia.

"Ini adalah bagian dari strategi Rusia untuk menghancurkan kapasitas energi Ukraina," kata Dr Marina Miron, peneliti studi pertahanan di Kings College London.

"Pembangkit listrik tenaga airnya biasanya menghasilkan lebih dari 6.000 megawatt listrik. Setelah serangan terhadap pembangkit listrik tenaga air, listrik berkapasitas sekitar 2.500 megawatt telah hilang."

Pada Mei 2023, serangan rudal Rusia "menghancurkan" Waduk Karlivskyi dekat Donetsk, di timur Ukraina, menurut pemerintah Ukraina.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas