Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Populer Internasional: Militer Israel Akui Bunuh Bayi 2 Tahun - Batu Ginjal Terbesar di Dunia

Kumpulan berita populer internasional, dari balita Palestina yang ditembak militer Israel hingga pengangkatan batu ginjal terbesar di dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
zoom-in Populer Internasional: Militer Israel Akui Bunuh Bayi 2 Tahun - Batu Ginjal Terbesar di Dunia
Kolase Tribunnews
Kumpulan berita populer internasional, dari balita Palestina yang ditembak militer Israel hingga pengangkatan batu ginjal terbesar di dunia. 

TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal Internasional dapat disimak di sini.

Militer Israel akui membunuh balita Palestina yang masih berusia dua tahun.

Israel menyebut kematian bayi itu adalah sebuah kesalahan.

Di Mesir, pemerintah baru saja mengeluarkan UU baru dengan melarang semua anjing kecuali 10 anjing ras yang aman untuk dipelihara.

Di Sri Lanka, dokter melakukan operasi batu ginjal terbesar di dunia, dengan berat 801 gram.

Selengkapnya, berikut berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: 3 Orang Alami Luka Tembak usai Pasukan Israel Serang Pemuda Palestina di Ramallah Tepi Barat

1. Pengakuan Militer Israel, Balita Palestina Berusia 2 Tahun Terbunuh

Rekomendasi Untuk Anda

Seorang balita berusia dua tahun bernama Mohammed al-Tamimi terbunuh oleh pasukan Israel.

Dalam pengakuannya, militer Israel mengatakan, kematian balita tersebut merupakan sebuah kesalahan.

Seorang tentara mengira, balita tersebut dan ayahnya adalah orang-orang bersenjata yang melarikan diri setelah menembak ke arah pemukiman di Tepi Barat.

"Selama operasi, dia melihat kendaraan yang mencurigakan dan menembak beberapa kali ke udara," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan setelah penyelidikan awal.

"Secara bersamaan, seorang tentara yang ditempatkan di pos jaga melihat dua sosok yang masuk ke dalam kendaraan."

"Ia mengira mereka adalah teroris yang melarikan diri dari tempat kejadian dan mereka menembakinya dari kendaraan."

"Setelah mendapat izin dari komandannya, prajurit tersebut menembakkan beberapa peluru ke arah kendaraan tersebut," terang pernyataan tersebut.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas