PM Belanda Mark Rutte Mengundurkan Diri setelah Koalisi Pemerintahannya Terpecah
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengundurkan diri setelah koalisinya terpecah. Ia dan Kabinetnya masih berkuasa sementara, hinga ada koalisi baru.
Tayang:
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Lex van LIESHOUT/ANP/AFP
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menghadiri debat tentang program penelitian "Kemerdekaan, dekolonisasi, kekerasan dan perang di Indonesia 1945-1950" di DPR di Den Haag, 14 Juni 2023. Pada Februari tahun ini, Rutte meminta maaf atas "kekerasan ekstrem" selama perjuangan kemerdekaan bekas jajahan Hindia Belanda itu. Lex van LIESHOUT/ANP/AFP - Mark Rutte mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat, 7 Juli 2023.
Ketegangan Sebelum Koalisi 4 Partai Runtuh
Baca juga: Belanda Akui Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945, Bukan 27 Desember 1949
Ketegangan memuncak pada minggu ini, ketika Mark Rutte menuntut dukungan untuk proposal untuk membatasi masuknya anak-anak pengungsi perang yang sudah berada di Belanda.
Mark Rutte juga membuat keluarga mereka menunggu setidaknya dua tahun sebelum mereka dapat bersatu.
Permohonan suaka di Belanda melonjak sepertiga tahun lalu menjadi lebih dari 46.000.
Pemerintah Belanda memproyeksikan mereka dapat meningkat menjadi lebih dari 70.000 tahun ini, melampaui rekor tertinggi sebelumnya di tahun 2015.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Berita lain terkait Mark Rutte
Berita Populer