Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Echovirus-11 Serang Eropa, 26 Bayi Sakit dan 8 di Antaranya Meninggal Dunia

Echovirus-11 menyerang bayi-bayi di Eropa. WHO mencatat 26 bayi terinfeksi virus ini dan 8 bayi di antaranya meninggal dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Echovirus-11 Serang Eropa, 26 Bayi Sakit dan 8 di Antaranya Meninggal Dunia
Tribun Bali
Ilustrasi - WHO melaporkan ada 26 bayi meninggal dunia akibat infeksi Echovirus-11 di Eropa sejak tahun 2022-2023. Delapan dari 26 bayi tersebut meninggal dunia. 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeteksi adanya Echovirus-11 yang menyerang bayi-bayi di Eropa.

WHO mencatat sudah ada 26 bayi yang terinfeksi Echovirus-11 di Kroasia, Prancis, Italia, Spanyol, Swedia, dan Inggris.

Delapan dari 26 bayi itu meninggal dunia akibat Echovirus-11.

Sebagian besar kematian dilaporkan di Prancis setelah kegagalan organ dan sepsis.

"Ini dianggap tidak biasa karena kerusakan yang sangat cepat dan tingkat kematian terkait kasus di antara bayi yang terkena dampak," kata juru bicara WHO dalam e-mail kepada NBC News, Sabtu (8/7/2023).

WHO mengatakan, beberapa dari 26 kasus Echovirus-11 diidentifikasi pada awal 2022.

Setidaknya setengah dari kasus baru dilaporkan sejak akhir musim semi 2023.

Rekomendasi Untuk Anda

Echovirus-11 adalah salah satu jenis Enterovirus, sekelompok virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit menular.

Baca juga: Virus Rabies Renggut Nyawa Bocah Berusia 7 Tahun di Kabupaten Timor Tengah Selatan

"Kebanyakan enterovirus menyebabkan penyakit yang sangat ringan pada anak-anak yang mereka infeksi," kata Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, Rabu (5/7/2023).

"Namun, pada bayi, kami melihat infeksi ini menjadi bencana yang jauh lebih signifikan," lanjutnya.

Enterovirus dapat sangat mempengaruhi bayi baru lahir, yang belum memiliki sistem kekebalaan yang cukup matang untuk melawan infeksi.

Echovirus-11 dapat disebarkan melalui kotoran atau dengan menghirup tetesan pernapasan.

Virus ini biasanya hidup di sistem pencernaan.

Sebelumnya, pejabat kesehatan Inggris melaporkan peningkatan infeksi Echovirus-11 yang tidak biasa pada miokarditis parah (radang jantung), di antara 10 bayi yang memiliki enterovirus lain yang disebut coxsackievirus.

Satu dari 10 bayi itu meninggal dunia.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas