Jelang KTT NATO, Rusia Serang Ibu Kota Ukraina Pakai Drone Peledak
Rusia menyerang Ibu Kota Ukraina dalam serangan pesawat tak berawak, Selasa (11/7/2023).
Penulis: Nuryanti
Editor: Whiesa Daniswara
TRIBUNNEWS.COM - Rusia menyerang Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dalam serangan pesawat tak berawak atau drone yang menyebabkan kerusakan kecil, Selasa (11/7/2023).
Serangan Rusia itu terjadi sebelum dimulainya KTT NATO di Lithuania.
Saat ini, para pemimpin NATO mempersiapkan pertemuan puncak yang berfokus untuk mendukung Ukraina melawan invasi Rusia.
“Musuh menyerang Kyiv dari udara untuk kedua kalinya bulan ini,” ujar administrasi militer Kyiv di akun Telegramnya, Selasa, dilansir channelstv.
Serangan itu menggunakan drone peledak Shahed buatan Iran yang diluncurkan dari selatan, dan kemungkinan dari wilayah Krasnodar Rusia.
“Semua target udara yang terdeteksi bergerak ke arah Kyiv dihancurkan oleh pasukan dan sarana pertahanan udara kami,” lanjutnya.
Baca juga: PM Jepang Fumio Kishida Kerja Sama Dengan NATO Bidang Luar Angkasa
Sementara, Kementerian Dalam Negeri Kyiv mengatakan, puing-puing pesawat tak berawak telah ditemukan di lokasi yang dirahasiakan di wilayah Kyiv.
Saat ini belum diketahui apakah ada korban dari serangan Rusia ke Kyiv.
“Jendela dan bangunan luar rumah pribadi rusak,” ujarnya.
Dukungan Militer untuk Ukraina
Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, menekankan dukungan militer aliansi ke Ukraina dalam perjuangannya melawan Rusia tetap menjadi 'tugas yang paling dekat'.
Stoltenberg menjelaskan pesan yang akan disampaikan di KTT ini mengenai dukungan militer Ukraina dan keanggotaan NATO akan positif.
"Yakinlah pesannya akan positif, pesannya akan kuat, pesannya akan bersatu dari sekutu NATO," ungkapnya kepada wartawan, Selasa, dikutip dari DW.
Baca juga: Erdogan Dukung Ukraina Gabung NATO, Senator Rusia: Turki Berubah Jadi Negara Tak Bersahabat
Namun, ia menekankan dukungan militer adalah tugas yang paling mendesak.
"Karena kecuali kami memastikan bahwa Ukraina memenangkan perang ini, kecuali kami memastikan bahwa Ukraina menang sebagai negara merdeka yang berdaulat, tidak ada masalah keanggotaan yang akan dibahas," jelas Stoltenberg.
Keanggotaan Ukraina akan Dibahas di KTT NATO
Diberitakan Reuters, para pemimpin NATO berkumpul di Lithuania untuk pertemuan puncak penting yang dapat menentukan arah perang di Ukraina dan masa depan aliansi Barat.
Diperkirakan beberapa sekutu akan menjanjikan jaminan keamanan baru Kyiv yang dirancang untuk mencegah agresi Rusia di masa depan.
Mereka juga akan membahas penyediaan lebih banyak senjata dan amunisi.
Baca juga: Presiden Turki Erdogan Restui Swedia Gabung ke NATO dengan Syarat Perjanjian
Mengenai masalah keanggotaan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ingin NATO mengatakan Ukraina dapat bergabung secepat mungkin setelah pertempuran berakhir.
Namun, beberapa negara NATO enggan melangkah terlalu jauh, karena takut janji keanggotaan dapat memberi Rusia insentif untuk meningkatkan dan menunda perang.
Selama pertemuan, para pemimpin NATO diperkirakan akan menyepakati rencana baru untuk menghalangi dan mempertahankan aliansi melawan agresi Rusia di masa depan dengan memperkuat pasukan mereka di timur.
Beberapa pemimpin melihat KTT NATO ini sama pentingnya dengan perolehan militer di medan perang dalam membujuk Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengubah strateginya.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyarankan Ukraina bisa mendapatkan jenis dukungan militer yang diberikan negaranya kepada Israel, komitmen jangka panjang yang dirancang untuk mencegah calon agresor.
Aliansi tersebut juga akan memperdalam hubungan kelembagaannya dengan Ukraina.
Baca juga: KTT NATO 11-12 Juli 2023, Bahas Perang di Ukraina dan Hubungan Kerja Sama dengan Asia-Pasifik
Forum yang ada yakni Komisi NATO Ukraina akan ditingkatkan menjadi Dewan NATO Ukraina.
Ini akan memberi Ukraina kemampuan untuk mengadakan pertemuan aliansi sebagai mitra setara di meja perundingan.
"Hak untuk berkonsultasi itu tidak sedikit," kata seorang pejabat.
Sebagai informasi, NATO setuju pada KTT tahun 2008 di Bucharest bahwa Ukraina akan menjadi anggota dan mendukung permohonannya.
Namun, aliansi tidak mengatakan bagaimana dan kapan ini bisa terjadi.
Baca juga: Jelang KTT NATO, Presiden AS Bahas Ukraina hingga Swedia
Kritikus mengatakan memberikan Ukraina tujuan tetapi tidak ada rencana perjalanan yang memungkinkan Putin mengambil risiko invasi pada tahun 2014 dan 2022.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky diperkirakan akan menuju ke Ibu Kota Lithuania untuk menyatakan bahwa Kyiv telah mendapatkan hak untuk bergabung ketika invasi Rusia berakhir.
Di sisi lain, Kyiv yang relatif terhindar dari serangan sejak awal tahun, sering menghadapi serangan udara setiap malam pada Mei 2023.
Peringatan udara juga dilaporkan di wilayah Mykolayiv, Kherson, Kirovograd, Poltava, Sumy, dan Kharkiv.
(Tribunnews.com/Nuryanti)