Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Laporan Intelijen Ukraina: Pasukan Rusia Saling Tembak Satu Sama Lain

Pasukan Rusia yang berperang di Ukraina diduga saling tembak. Laporan itu didapat dari rekaman telepon yang diklaim disadap oleh intelijen Ukraina.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Laporan Intelijen Ukraina: Pasukan Rusia Saling Tembak Satu Sama Lain
Andrei Rubtsov / TASS
Tentara Rusia di wilayah Kherson Ukraina. Pasukan Rusia yang berperang di Ukraina diduga saling tembak. Laporan itu didapat dari rekaman telepon yang diklaim disadap oleh intelijen Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Intelijen militer Ukraina memposting rekaman telepon yang mereka klaim sebagai 'percakapan yang disadap' antara dua tentara Rusia yang berperang di Ukraina.

Dua tentara Rusia itu membicarakan rekan mereka yang menembaki tentara Rusia lainnya.

Dilansir Newsweek, Direktorat Utama Intelijen Ukraina (GUR) membagikan audio tersebut di saluran Telegramnya, Jumat (14/7/2023).

Menurut terjemahan oleh Kyiv Post, GUR menulis dalam keterangannya bahwa panggilan itu "mengungkapkan keadaan psikologis kritis tentara Rusia."

Dalam rekaman berdurasi 35 detik itu, dugaan insiden saling tembak itu dijelaskan secara detil.

Salah satu prajurit merinci bahwa seorang prajurit dari brigade lain "kehilangan cengkeramannya" dan mulai menembaki anggota unit lainnya.

Baca juga: Pasar Global Terancam Alami Kiamat Pangan Buntut Hengkangnya Rusia dari Perjanjian Ekspor Gandum

Meskipun tidak terungkap apakah ada orang lain yang tewas atau terluka dalam insiden tersebut, si penembak dikatakan tewas.

Rekomendasi Untuk Anda

"Hai. Kenapa kamu tidak meneleponku kemarin?" kata prajurit pertama di awal panggilan, menurut Kyiv Post.

"F***, kemarin seru sekali. Orang dari brigade 12 sepertinya kehilangan pegangannya kemarin dan mulai menembak kami," kata prajurit kedua.

"Dia berkata, 'Aku akan membunuhmu, a******!'"

"Orang-orang kami menembaknya sampai mati. Aku harus membawa jenazahnya," tambah prajurit kedua.

Dalam beberapa minggu terakhir, berbagai laporan lain muncul tentang kondisi tentara Rusia yang bertugas di Ukraina.

Pekan lalu, sebuah video diposting di media sosial yang dilaporkan menunjukkan pasukan Rusia mengatakan mereka dihukum oleh seorang komandan karena menolak berperang di garis depan Ukraina karena kekurangan peralatan.

WarTranslated, sebuah proyek media independen yang menerjemahkan materi tentang perang ke dalam bahasa Inggris, membagikan sebagian dari video tersebut di Twitter.

"Kami telah dikurung di lubang ini karena menolak untuk pergi ke garis nol. Kami telah duduk di sini selama dua hari," kata salah satu tentara dalam klip itu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas