Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Donald Trump Kembali Hadapi Tuntutan Pidana, Kali Ini atas Upaya Batalkan Hasil Pemilu AS 2020

Surat dakwaan setebal 45 halaman diajukan di Pengadilan Washington, DC pada Selasa (1/8/2023) oleh Penasihat Khusus Jack Smith.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Daryono
zoom-in Donald Trump Kembali Hadapi Tuntutan Pidana, Kali Ini atas Upaya Batalkan Hasil Pemilu AS 2020
Ed JONES / AFP
Mantan Presiden AS Donald Trump memberi isyarat setelah memberikan sambutan di Trump National Golf Club Bedminster di Bedminster, New Jersey, pada 13 Juni 2023. Trump muncul di pengadilan di Miami untuk dakwaan terkait 37 tuduhan federal, termasuk pelanggaran Undang-Undang Spionase, membuat pernyataan palsu pernyataan, dan konspirasi terkait kesalahan penanganan materi rahasia setelah meninggalkan jabatannya. 

Dalam pernyataan singkat kepada wartawan, Smith menyebut Trump bertanggung jawab atas kerusuhan Capitol AS 6 Januari 2021.

"Serangan terhadap Capitol negara kita pada 6 Januari 2021, merupakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kursi demokrasi Amerika," kata Smith.

Baca juga: Respons Pernyataan Jusuf Kalla, PKS: Anies dan Trump Sama-sama Kuat di Sosial Media

Reaksi Donald Trump

Sebagai sosok yang digadang-gadang maju Pilpres AS 2024 mendatang, Trump menyebut dakwaan terbaru sama dengan upaya campur tangan pemilu.

"Pelanggaran hukum dari penganiayaan ini mengingatkan pada Nazi Jerman pada 1930-an, bekas Uni Soviet, dan rezim otoriter dan diktator lainnya," ucapnya.

Sementara itu, kampanye Trump menyebut tuduhan itu "palsu" dan bertanya mengapa butuh dua setengah tahun untuk mengajukannya.

"Presiden Trump tidak akan terhalang oleh penargetan politik yang memalukan dan belum pernah terjadi sebelumnya," tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas