Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Endus Gelagat Negara Sekutu Jadi Musuh, Rusia Panggil Dubes Armenia Gegara Hal-Hal Ini

Moskow disebutkan, mencium gelagat 'tidak bersahabat' dari pemerintahan Armenia yang selama ini dikenal sebagai sekutu lama Rusia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Endus Gelagat Negara Sekutu Jadi Musuh, Rusia Panggil Dubes Armenia Gegara Hal-Hal Ini
HO/IST/AKfounder (CC BY-SA 4.0)
Kantor Kedutaan Besar Armenia di Moskow, Rusia. 

Endus Gelagat Negara Sekutu Potensial Jadi Musuh, Rusia Panggil Dubes Armenia Gegara Hal-Hal Ini

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Rusia dilaporkan memanggil duta besar Armenia di Moskow, Jumat (8/9/2023) untuk menjelaskan sejumlah hal.

Moskow disebutkan, mencium gelagat 'tidak bersahabat' dari pemerintahan Armenia yang selama ini dikenal sebagai sekutu lama Rusia.

Hal itu terkait pengumuman pemerintah Armenia yang berpusat di ibu kota Yerevan soal latihan tempur bersama dengan militer Amerika Serikat.

Baca juga: Rusia Tarik Penuh Pasukan dari Belarusia, 9 Jet Tempur Balik Kandang: Keteteran Lawan Ukraina?

Gelagat lain yang diendus Rusia adalah, Armenia semakin vokal dan kritis mempertanyakan peran Moskow dalam kebuntuan penyelesaian konflik di Nagorno-Karabakh.

Nagorno-Karabakh adalah sebuah wilayah yang terletak di bagian selatan Kaukasus, tepatnya 270 km sebelah barat Baku, ibu kota Azerbaijan.

Wilayah ini dihuni oleh mayoritas etnik Armenia namun dikuasai oleh militer Azerbaijan dan diakui secara internasional sebagai wilayah Azerbaijan.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemanggilan Dubes Armenia di Moskow tersebut menyusul peringatan Kremlin agar Armenia tidak melakukan latihan dengan AS dan meningkatnya ketegangan antara Armenia dan Azerbaijan mengenai wilayah yang disengketakan.

Yerevan, sekutu tradisional Rusia, menjadi lebih vokal dalam kritiknya terhadap misi penjaga perdamaian militer Moskow di Nagorno-Karabakh.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kepemimpinan Armenia dalam beberapa hari terakhir telah mengambil serangkaian langkah yang tidak bersahabat.”

Langkah-langkah tidak bersahabat dari Armenia bagi Rusia itu antara lain:

  • Latihan militer Amerika Serikat di wilayah Armenia
  • Perjalanan istri Perdana Menteri Armenia ke Kyiv, Ukraina
  • Keputusan Yerevan untuk bergabung dengan Pengadilan Kriminal Internasional
Pandangan dari pos pemeriksaan Azerbaijan yang baru-baru ini didirikan di pintu masuk koridor Lachin, satu-satunya jalur darat wilayah Nagorno-Karabakh yang berpenduduk Armenia dengan Armenia, melalui sebuah jembatan di seberang sungai Hakari pada 2 Mei 2023. Armenia dan Azerbaijan telah berperang dua perang di daerah kantong pegunungan Karabakh yang menewaskan puluhan ribu orang. Moskow menengahi gencatan senjata setelah pertarungan terbaru pada tahun 2020 dan menempatkan penjaga perdamaian di sepanjang koridor Lachin.
Pandangan dari pos pemeriksaan Azerbaijan yang baru-baru ini didirikan di pintu masuk koridor Lachin, satu-satunya jalur darat wilayah Nagorno-Karabakh yang berpenduduk Armenia dengan Armenia, melalui sebuah jembatan di seberang sungai Hakari pada 2 Mei 2023. Armenia dan Azerbaijan telah berperang dua perang di daerah kantong pegunungan Karabakh yang menewaskan puluhan ribu orang. Moskow menengahi gencatan senjata setelah pertarungan terbaru pada tahun 2020 dan menempatkan penjaga perdamaian di sepanjang koridor Lachin. (Tofik BABAYEV / AFP)

Rusia dan Armenia Tetap Bersekutu

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, duta besar Armenia mendapat sejumlah pertanyaan menohok dari Moskow, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait isi dialog tersebut.

Meskipun ada pemanggilan, Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan bahwa Rusia dan Armenia “tetap menjadi sekutu dan semua perjanjian mengenai penguatan kemitraan akan dipenuhi dan dilaksanakan

Moskow juga mengatakan pihaknya “prihatin” dengan penahanan seorang blogger dan komentator berita Armenia yang dipekerjakan media pemerintah Rusia, Sputnik.

Yerevan kemudian mengatakan pihaknya melepas blogger tersebut.

Rusia mengerahkan pasukan penjaga perdamaian ke Karabakh sebagai bagian dari kesepakatan yang ditengahi Moskow untuk mengakhiri perang tahun 2020 antara Armenia dan Azerbaijan.

Terlait dengan sikap Armenia, belakangan banyak sekutu lama Rusia di wilayah bekas Uni Soviet mempertanyakan peran Moskow setelah serangan besar-besaran terhadap Ukraina.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas