Endus Gelagat Negara Sekutu Jadi Musuh, Rusia Panggil Dubes Armenia Gegara Hal-Hal Ini
Moskow disebutkan, mencium gelagat 'tidak bersahabat' dari pemerintahan Armenia yang selama ini dikenal sebagai sekutu lama Rusia.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Endus Gelagat Negara Sekutu Potensial Jadi Musuh, Rusia Panggil Dubes Armenia Gegara Hal-Hal Ini
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Rusia dilaporkan memanggil duta besar Armenia di Moskow, Jumat (8/9/2023) untuk menjelaskan sejumlah hal.
Moskow disebutkan, mencium gelagat 'tidak bersahabat' dari pemerintahan Armenia yang selama ini dikenal sebagai sekutu lama Rusia.
Hal itu terkait pengumuman pemerintah Armenia yang berpusat di ibu kota Yerevan soal latihan tempur bersama dengan militer Amerika Serikat.
Baca juga: Rusia Tarik Penuh Pasukan dari Belarusia, 9 Jet Tempur Balik Kandang: Keteteran Lawan Ukraina?
Gelagat lain yang diendus Rusia adalah, Armenia semakin vokal dan kritis mempertanyakan peran Moskow dalam kebuntuan penyelesaian konflik di Nagorno-Karabakh.
Nagorno-Karabakh adalah sebuah wilayah yang terletak di bagian selatan Kaukasus, tepatnya 270 km sebelah barat Baku, ibu kota Azerbaijan.
Wilayah ini dihuni oleh mayoritas etnik Armenia namun dikuasai oleh militer Azerbaijan dan diakui secara internasional sebagai wilayah Azerbaijan.
Pemanggilan Dubes Armenia di Moskow tersebut menyusul peringatan Kremlin agar Armenia tidak melakukan latihan dengan AS dan meningkatnya ketegangan antara Armenia dan Azerbaijan mengenai wilayah yang disengketakan.
Yerevan, sekutu tradisional Rusia, menjadi lebih vokal dalam kritiknya terhadap misi penjaga perdamaian militer Moskow di Nagorno-Karabakh.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kepemimpinan Armenia dalam beberapa hari terakhir telah mengambil serangkaian langkah yang tidak bersahabat.”
Langkah-langkah tidak bersahabat dari Armenia bagi Rusia itu antara lain:
- Latihan militer Amerika Serikat di wilayah Armenia
- Perjalanan istri Perdana Menteri Armenia ke Kyiv, Ukraina
- Keputusan Yerevan untuk bergabung dengan Pengadilan Kriminal Internasional
Rusia dan Armenia Tetap Bersekutu
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, duta besar Armenia mendapat sejumlah pertanyaan menohok dari Moskow, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait isi dialog tersebut.
Meskipun ada pemanggilan, Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan bahwa Rusia dan Armenia “tetap menjadi sekutu dan semua perjanjian mengenai penguatan kemitraan akan dipenuhi dan dilaksanakan
Moskow juga mengatakan pihaknya “prihatin” dengan penahanan seorang blogger dan komentator berita Armenia yang dipekerjakan media pemerintah Rusia, Sputnik.
Yerevan kemudian mengatakan pihaknya melepas blogger tersebut.
Rusia mengerahkan pasukan penjaga perdamaian ke Karabakh sebagai bagian dari kesepakatan yang ditengahi Moskow untuk mengakhiri perang tahun 2020 antara Armenia dan Azerbaijan.
Terlait dengan sikap Armenia, belakangan banyak sekutu lama Rusia di wilayah bekas Uni Soviet mempertanyakan peran Moskow setelah serangan besar-besaran terhadap Ukraina.