Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bukan Cuma Minyak, Iran Disebut Bisa Lumpuhkan Internet Dunia dari Selat Hormuz

Selain ancaman sabotase langsung, Iran juga disebut memiliki alat tekanan lain yang lebih halus: izin akses perbaikan kabel.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bukan Cuma Minyak, Iran Disebut Bisa Lumpuhkan Internet Dunia dari Selat Hormuz
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
KABEL BAWAH LAUT - Ilustrasi kabel internet bawah laut yang menjadi tulang punggung komunikasi digital dan lalu lintas data dunia. Lebih dari 95 persen data internet global ditransmisikan melalui jaringan kabel bawah laut yang melintasi berbagai jalur strategis dunia. Kabel bawah laut di Selat Hormuz kini menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik Iran dan Barat. 

Bukan Cuma Minyak, Iran Disebut Bisa Lumpuhkan Internet Dunia dari Selat Hormuz

Ringkasan Berita:
  • Media Iran menyoroti kemungkinan penggunaan kabel internet bawah laut di Selat Hormuz sebagai alat tekanan geopolitik.
  • Jalur digital global sangat bergantung pada kabel bawah laut yang membawa lebih dari 95 persen lalu lintas data internasional.
  • Ancaman terhadap kabel tersebut dinilai bisa mengguncang ekonomi, komunikasi militer, hingga sistem keuangan dunia.

 

TRIBUNNEWS.COM - Selama puluhan tahun, Selat Hormuz dikenal sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia. 

Namun di tengah memanasnya konflik Iran dan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, ancaman baru mulai muncul: potensi gangguan terhadap infrastruktur internet global.

Media-media Iran dalam beberapa pekan terakhir menyoroti pentingnya kabel bawah laut di Teluk Persia dan Selat Hormuz sebagai titik strategis baru dalam persaingan geopolitik modern.

Isu tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa konflik di kawasan tidak lagi sekadar menyasar jalur energi, tetapi juga dapat mengganggu sistem komunikasi dan ekonomi digital dunia.

Baca juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Kecuali untuk Negara yang Berperang dengan Teheran

Kabel Bawah Laut Jadi Titik Rawan Baru

Pada 24 April lalu, Kantor Berita Fars Iran menerbitkan artikel berjudul “Kemacetan Hormuz… di mana internet kawasan bergantung pada seutas benang.”

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam laporan itu, kabel serat optik bawah laut yang melintasi Selat Hormuz disebut sebagai “infrastruktur tersembunyi” yang bisa berubah menjadi titik kerentanan strategis.

Media Iran lainnya, Tasnim, bahkan mengangkat kemungkinan penerapan “tata kelola hukum” terhadap kabel-kabel tersebut, termasuk pengaturan jalur, perawatan, hingga potensi pengenaan biaya kepada operator internasional.

Nada pemberitaan kemudian meningkat dengan peringatan kalau gangguan terhadap kabel bawah laut di Hormuz dapat melumpuhkan sistem ekonomi dan pasar keuangan negara-negara Teluk.

Internet Dunia Bergantung pada Kabel Laut

Berbeda dari anggapan umum bahwa internet sepenuhnya berbasis satelit atau teknologi nirkabel, sebagian besar lalu lintas data global sebenarnya berjalan melalui kabel bawah laut.

Menurut berbagai laporan internasional dan data yang dikutip Reuters, lebih dari 95 persen komunikasi data internasional—bahkan mendekati 99 persen—ditransmisikan lewat lebih dari 500 kabel bawah laut di seluruh dunia.

Masalahnya, banyak kabel tersebut terkonsentrasi di titik geografis sempit seperti Laut Merah dan Selat Hormuz.

Kondisi ini menciptakan apa yang disebut para ahli sebagai “digital chokepoints” atau titik cekik digital.

Negara-negara Teluk sendiri sangat bergantung pada kabel seperti AAE-1 dan Falcon untuk menopang layanan internet, transaksi keuangan, pusat data, hingga pengembangan kecerdasan buatan.

Konflik Iran Perbesar Risiko Kerusakan

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas