Bukan Cuma Minyak, Iran Disebut Bisa Lumpuhkan Internet Dunia dari Selat Hormuz
Selain ancaman sabotase langsung, Iran juga disebut memiliki alat tekanan lain yang lebih halus: izin akses perbaikan kabel.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Perdebatan mengenai Selat Hormuz menunjukkan bahwa geopolitik global kini memasuki fase baru: perang bukan hanya soal wilayah dan energi, tetapi juga kendali atas jaringan komunikasi.
Jika dulu ancaman terbesar di Hormuz adalah terganggunya pasokan minyak dunia, kini muncul risiko “pencekikan digital” yang bisa melumpuhkan ekonomi global hanya dalam hitungan jam.
Iran tampaknya memahami bahwa kabel bawah laut adalah titik lemah baru dunia modern. Ancaman terhadap infrastruktur ini memberi Teheran alat tekanan strategis tambahan di tengah konflik dengan Barat.
Di sisi lain, ketergantungan dunia pada jalur digital sempit menunjukkan bahwa globalisasi teknologi ternyata menciptakan kerentanan baru yang sangat besar.
Dalam era “perang komunikasi”, negara yang mampu mengendalikan aliran data global bisa memiliki pengaruh strategis yang hampir setara dengan penguasaan jalur minyak dunia.