Pria Rusia Dituduh Rencanakan Pemboman Kereta Api di Krimea atas Instruksi Intelijen Ukraina
Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) telah menahan seorang pria karena diduga merencanakan pemboman kereta api di Krimea.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) telah menahan seorang pria karena diduga merencanakan pemboman yang menargetkan kereta api di Krimea, dikutip dari Al Jazeera.
Dikutip dari The Moscow Times, FSB mengatakan bahwa tersangka merupakan seorang warga negara Rusia berusia sekitar 40-an tahun.
Tersangka diduga mengumpulkan informasi tentang penempatan fasilitas dan unit Kementerian Pertahanan Rusia.
Pria itu juga dilaporkan sedang mempersiapkan pemboman yang menargetkan kereta api.
“Di tempat persembunyian yang dia atur, (kamii) menemukan dan menyita alat peledak rakitan yang dibuat menggunakan bahan peledak plastik buatan luar negeri,” katanya.
Baca juga: Video Mobil Berisi Tentara Rusia Dibom Saat Melaju oleh Intelijen Ukraina: Korban Jadi Tukang Siksa
Instruksi Intelijen Ukraina
Dikatakan bahwa pria tersebut bertindak berdasarkan “instruksi intelijen militer Ukraina” dan telah ditahan.
Kantor berita Rusia TASS mengatakan pria itu adalah penduduk kota Sevastopol di Krimea.
Rekaman video di situs badan tersebut menunjukkan seorang pria yang mengenakan T-shirt hitam dan celana jins dikeluarkan dari mobil polisi.
Video tersebut juga menunjukkan pria dengan wajah buram memberikan pernyataan tentang bagaimana dia direkrut oleh intelijen militer Ukraina.
Baca juga: Intelijen Ukraina Ejek Aksi Rusia: Sayap Pesawat Bomber Tu-95 Dilapis Ban Mobil Gegara Drone Nakal
Gubernur Krimea yang ditunjuk Rusia, Sergei Aksyonov, memperingatkan bahwa infrastruktur transportasi telah menjadi target utama “terorisme”.
Aksyonov juga menegaskan bahwa para penyabot Ukraina akan menerima hukuman setimpal.
“Nasib yang tidak menyenangkan menanti agen-agen Ukraina. Mereka akan ditemukan dan dihukum,” katanya.
Dia kemudian mengatakan sebuah pesawat tak berawak Ukraina telah ditembak jatuh di utara semenanjung tetapi tidak melaporkan rincian lebih lanjut.
Krimea merupakan wilayah yang dikuasai Rusia pada 2014, saat ini kerap menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak (drone) Ukraina.
Ukraina juga meluncurkan serangan sabotase untuk merebut kembali semenanjung tersebut.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)