Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Kebakaran di Bromo: Mengapa api sulit dipadamkan dan seberapa parah dampaknya?

Ratusan hektar savana di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jawa Timur terbakar akibat ulah sekelompok orang yang menyalakan…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kebakaran di Bromo: Mengapa api sulit dipadamkan dan seberapa parah dampaknya?
BBC Indonesia
Kebakaran di Bromo: Mengapa api sulit dipadamkan dan seberapa parah dampaknya? 

"Savana di dekat lautan pasir masih terbakar."

Menghadapi api yang terus membara, membuat Sukaryo harus ekstra hati-hati.

Kalau terlalu dekat, dia bisa tersambar apalagi kalau angin berbalik arah. Belum lagi terkena asap.

"Kalau kena [asap], mau padamkan api jadi enggak maksimal. Bisa lemas kan kena asap."

Sementara alat pelindung diri yang dikenakan tak sepenuhnya kuat menahan panasnya bara api.

Sepatu gunung yang ia pakai, katanya, sampai meleleh.

Beberapa relawan malah ada yang sampai mengalami luka gores karena menyusuri hutan dan pepohonan.

Rekomendasi Untuk Anda

Para relawan, kata dia, mulai beraksi dari pukul 08.00 pagi sampai tengah malam bahkan ada yang sampai subuh.

Mereka yang bertugas sepanjang hari itu, baru bisa beristirahat esok harinya.

"Makanya habis malam pulang, istirahatnya seharian. Jadi digilir, sehari di lapangan sehari istirahat."

Apa yang membuat pemadaman sulit?

Sukaryo mengatakan kebakaran besar di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kali ini memang berasal dari ulah sekelompok orang yang menyalakan flare atau suar demi kepentingan foto prewedding.

Dua insiden kebakaran yang terjadi sebelumnya berhasil dikendalikan dalam waktu seminggu.

Pada Rabu (06/09) itu, kobaran api mulanya ada di belakang gapura bukit Teletubbies.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa kru foto dan pasangan calon pengantin diam saja melihat kobaran api.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas