Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

NATO Siap Perang Panjang di Ukraina, Perdamaian Tercapai jika Rusia Kalah

Sekjen NATO Jens Stoltenberg meminta anggotanya bersiap menghadapi perang panjang di Ukraina. Menurutnya, perdamaian akan tercapai jika Rusia kalah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Daryono
zoom-in NATO Siap Perang Panjang di Ukraina, Perdamaian Tercapai jika Rusia Kalah
PETRAS MALUKAS / AFP
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menghadiri konferensi pers bersama dengan Presiden Ukraina di sela-sela KTT NATO di Vilnius pada 12 Juli 2023. 

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengecam Putin karena dianggap menolak “diplomasi yang berarti.”

Rusia menyatakan pihaknya terbuka terhadap solusi diplomatik terhadap perang tersebut.

Namun, Rusia mensyaratkan Ukraina untuk menyerahkan Donetsk, Lugansk, Kherson, Zaporozhye, dan Krimea.

Lebih lanjut, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan negosiasi akan dilakukan “bukan dengan Zelensky, yang merupakan boneka di tangan Barat, namun secara langsung dengan majikannya.”

Ukraina: Pasokan Senjata adalah Kunci Kemenangan

Artileri Ukraina dari batalion Aidar bekerja dengan peluru artileri di posisi garis depan dekat Bakhmut, wilayah Donetsk, pada 22 April 2023, di tengah invasi Rusia ke Ukraina.
Artileri Ukraina dari batalion Aidar bekerja dengan peluru artileri di posisi garis depan dekat Bakhmut, wilayah Donetsk, pada 22 April 2023, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. (Anatolii STEPANOV / AFP)

Baca juga: Intelijen Inggris: Rusia Siap Bikin Ukraina Gelap Gulita dan Membeku di Musim Dingin

Meski Rusia dan Ukraina diharapkan dapat melakukan negosiasi damai, pihak Ukraina menilai upaya itu hanya sia-sia karena Rusia bersikeras menganeksasi wilayahnya sebagai syarat perdamaian.

Ketua Dewan Keamanan Ukraina, Oleksiy Danilov, mengatakan satu-satunya cara untuk mengakhiri perang adalah jika sekutunya mempercepat pengiriman senjata.

Rekomendasi Untuk Anda

“Menolak atau menunda pengiriman senjata modern ke angkatan bersenjata Ukraina merupakan dorongan langsung kepada Kremlin untuk melanjutkan perang, bukan sebaliknya,” kata Oleksiy Danilov, Sabtu (16/9/2023), dikutip dari POLITICO.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Rusia dan Ukraina

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas