Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Perang Kembali Terjadi di Wilayah Nagorno-Karabakh

Pasukan Azerbaijan menghujani tembakan artileri ke wilayah Armenia di Nagorno-Karabakh pada hari Selasa (19/09), para pejabat setempat…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Perang Kembali Terjadi di Wilayah Nagorno-Karabakh
Deutsche Welle
Perang Kembali Terjadi di Wilayah Nagorno-Karabakh 

Nagorno-Karabakh dan wilayah sekitarnya yang cukup luas berada di bawah kendali etnis Armenia sejak berakhirnya perang separatis pada tahun 1994, tetapi Azerbaijan merebut kembali wilayah dan sebagian Nagorno-Karabakh selama pertempuran tahun 2020. Pertempuran itu berakhir dengan gencatan senjata yang menempatkan pasukan penjaga perdamaian Rusia di Nagorno-Karabakh.

Namun, Azerbaijan menuduh Armenia telah menyelundupkan senjata sejak saat itu. Tuduhan itu menyebabkan blokade jalan yang menghubungkan Nagorno-Karabakh dengan Armenia, yang menyebabkan kekurangan makanan dan obat-obatan.

Kerterlibatan Rusia dibalik penyerangan?

Permusuhan ini terjadi di tengah ketegangan yang tinggi antara Armenia dan sekutu lamanya, Rusia. Armenia telah berulang kali mengeluh bahwa pasukan penjaga perdamaian Rusia yang beranggotakan 2.000 orang tidak dapat atau tidak mau menjaga jalan menuju Armenia tetap terbuka, meskipun tugas itu ditetapkan dalam perjanjian yang mengakhiri perang tahun 2020.

Armenia juga membuat Rusia marah, yang memiliki pangkalan militer di negara itu, dengan mengadakan latihan militer dengan Amerika Serikat bulan ini dan dengan bergerak untuk meratifikasi Konvensi Roma yang menciptakan Mahkamah Pidana Internasional, yang telah mendakwa Presiden Rusia Vladimir Putin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada hari Selasa (19/09) membantah bahwa Rusia diberitahu sebelumnya tentang niat Azerbaijan untuk melakukan operasi tersebut, dan mengatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian diberitahu hanya "beberapa menit" sebelum operasi dimulai.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow "prihatin dengan eskalasi ketegangan yang drastis dan dimulainya permusuhan" di wilayah tersebut, dan bahwa militer Rusia telah menghubungi rekan-rekan mereka di Armenia dan Azerbaijan untuk mencoba "mengembalikan proses penyelesaian (konflik) ke jalur diplomatik-politik."

bh/rs (AP)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas