Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Babak belur Pasar Tanah Abang dihajar pasar digital - 'Sebulan tidak ada pemasukan satu rupiah pun'

Pemerintah Indonesia resmi melarang social commerce seperti TikTok Shop melakukan transaksi jual beli barang demi menciptakan fair…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Babak belur Pasar Tanah Abang dihajar pasar digital - 'Sebulan tidak ada pemasukan satu rupiah pun'
BBC Indonesia
Babak belur Pasar Tanah Abang dihajar pasar digital - 'Sebulan tidak ada pemasukan satu rupiah pun' 

Quin Pasaribu

Wartawan BBC News Indonesia

Pemerintah Indonesia resmi melarang social commerce seperti TikTok Shop melakukan transaksi jual beli barang demi menciptakan fair trade.

Langkah itu ditempuh menyusul kondisi Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat yang menurut para pedagang sedang 'berdarah-darah' setelah dihantam gelombang pandemi Covid-19 dan kini digempur toko digital.

Selama rentang empat tahun terakhir, pasar tekstil terbesar se-Asia Tenggara ini kehilangan hampir 5.000 pengunjung.

Di lantai bawah Blok A Pasar Tanah Abang, suara pedagang yang lantang menjajakan dagangan mereka setiap kali orang lewat lebih mendominasi ketimbang transaksi tawar menawar.

"Boleh bunda, silakan... ada ukuran, bahan impor... silakan dilihat-lihat dulu bunda..."

Rekomendasi Untuk Anda

Di lorong-lorong kios, juga tak nampak lagi porter mondar-mandir memanggul karung besar berisi dagangan grosir.

Mereka lebih sering ngampar di dekat pintu masuk sembari menunggu panggilan dari pemilik toko.

Sedangkan pedagang di lantai atas, hanya bisa duduk sambil memainkan telepon selulernya karena nyaris tak ada orang lewat — sebab sebagian besar kios tutup.

Di Blok A, dalam rentang 2019 hingga 2023, jumlah kios yang aktif berkurang 1000 unit dan angka pengunjung turun hampir 5.000 orang.

Sukmamalingga, salah satu pedagang bercerita Tanah Abang mulai sepi sejak tahun 2021 karena waktu itu Pemprov DKI Jakarta memberlakukan pembatasan kegiatan berskala besar (PSBB) dan menutup pasar selama hampir empat bulan.

Saat itu penjualannya anjlok 30%.

Pada tahun 2022 — saat pemerintah mengakhiri kebijakan PSBB — pasar tekstil terbesar se Asia Tenggara ini kembali ramai. Orang-orang yang jenuh lantaran terkurung di dalam rumah membanjiri Pasar Tanah Abang.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas