Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Peringatan Keras Biden ke Iran soal Perang Hamas vs Israel, Sebut Teheran Harus Berhati-hati

Presiden AS, Joe Biden memperingatkan Iran soal perang Hamas vs Israel. Biden mengatakan, Iran perlu berhati-hati jika terlibat dalam perang itu.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Peringatan Keras Biden ke Iran soal Perang Hamas vs Israel, Sebut Teheran Harus Berhati-hati
Jim WATSON / AFP
(FILES) Presiden AS Joe Biden berjabat tangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka bertemu di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-78 di New York City pada 20 September 2023. - Presiden AS, Joe Biden memperingatkan Iran agar berhati-hati bila terlibat dalam perang antara Hamas dengan Israel. 

Kantor berita Iran, IRNA, juga melaporkan pembicaraan tersebut.

IRNA mengatakan bahwa keduanya membahas "perlunya mengakhiri kejahatan perang terhadap Palestina".

Ratusan Ribu Tentara Israel Mendekati Gaza

Tentara Israel berpatroli di dekat Kibbutz Be'eri, Israel, Rabu, 11 Oktober 2023. Kibbutz dikuasai oleh militan Hamas dari Neraby Jalur Gaza pada hari Sabtu ketika mereka membunuh dan menangkap banyak warga Israel. (AP Photo/Ohad Zwigenberg)
Tentara Israel berpatroli di dekat Kibbutz Be'eri, Israel, Rabu, 11 Oktober 2023. Kibbutz dikuasai oleh militan Hamas dari Neraby Jalur Gaza pada hari Sabtu ketika mereka membunuh dan menangkap banyak warga Israel. (AP/Ohad Zwigenberg)

Krisis kemanusiaan dengan cepat terjadi di Gaza ketika mereka menghadapi pemboman Israel yang tiada henti.

Rumah sakit kewalahan dan kekurangan obat-obatan, pasokan medis, dan listrik, Médecins Sans Frontières memperingatkan.

Baca juga: Mau Apa Kapal Induk Super Terbaru AS di Israel? Cuma Pamer atau Ikut Bantai Gaza?

Israel telah membentuk pemerintahan darurat dan kabinet manajemen perang setelah serangan mendadak Hamas dan ratusan ribu tentara darat Israel berkumpul di dekat Jalur Gaza.

Mantan Menteri Pertahanan Benny Gantz akan bergabung dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan saat ini Yoav Gallant dalam kabinet masa perang.

"Ada waktu untuk perang dan ada waktu untuk perdamaian. Sekarang adalah waktunya perang," kata Gantz, dikutip dari CNN.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, perundingan sedang dilakukan untuk mengizinkan warga sipil AS dan Palestina meninggalkan Gaza melalui Mesir ketika invasi darat akan terjadi.

Beberapa negara lain mengirimkan penerbangan untuk mengevakuasi warganya.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas