Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Siapa saja para pimpinan penting Hamas?

Mayoritas pemimpin Hamas jarang tampil di hadapan publik. Namun mereka memiliki pengalaman yang nyaris serupa: berulang kali menghadapi…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Siapa saja para pimpinan penting Hamas?
BBC Indonesia
Siapa saja para pimpinan penting Hamas? 

Al-Deif mengalami kesulitan berbicara setelah menjadi sasaran berbagai upaya pembunuhan oleh Israel.

Pada tahun 2014, selama serangan Israel di Jalur Gaza yang berlangsung lebih dari 50 hari, tentara Israel kembali gagal membunuh Deif. Tapi Israel membunuh istri dan dua anaknya.

Al-Deif dikenal dengan julukan “Abu Khaled” melalui aktingnya dalam drama berjudul The Clown. Saat itu ia berperan sebagai “Abu Khaled,” seorang tokoh sejarah yang hidup pada periode awal Abad Pertengahan di masa pemerintah Bani Umayyah dan Abbasiyah.

Deif adalah sebuah kata dalam bahasa Arab yang berarti "tamu".

Julukan itu melekat pada sosoknya karena dia tidak tinggal di suatu tempat dalam waktu lama. Dia tidur di lokasi baru setiap malam untuk menghindari pembunuhan Israel.

Marwan Issa

Marwan Issa dikenal dengan julukan “manusia bayangan”. Dia adalah tangan kanan Mohammed Deif, wakil panglima Brigade Izz al-Din al-Qassam, sekaligus anggota biro politik dan militer Hamas.

Pasukan Israel menahannya selama lima tahun sejak peristiwa dikenal sebagai periode Intifada Pertama. Israel menuduhnya menjadi bagian Hamas sejak usia dini. Israel membuat klaim, selama Issa masih hidup, yang mereka sebut sebagai “perang otak” dengan Hamas akan terus berlangsung.

Rekomendasi Untuk Anda

Israel menuduh Issa sebagai orang yang “berbuat dengan perbuatan, bukan perkataan,” dan mengatakan bahwa dia sangat pintar sehingga “bisa mengubah plastik menjadi logam”.

Issa awalnya dikenal publik sebagai pemain bola basket terkemuka, tapi dia tidak memiliki karier olahraga karena Israel menangkapnya pada tahun 1987 atas tuduhan bergabung dengan gerakan Hamas.

Otoritas Palestina kemudian menangkapnya pada tahun 1997, dan dia baru dibebaskan setelah pecahnya apa yang dikenal sebagai "Intifada Al-Aqsa" pada tahun 2000.

Setelah dibebaskan dari penjara, Issa memainkan peran penting dalam mengembangkan sistem militer di Brigade Al-Qassam.

Karena perannya yang menonjol dalam gerakan tersebut, Issa masuk dalam daftar paling dicari Israel. Israel berusaha membunuhnya dalam pertemuan staf umum pada tahun 2006 dengan Deif dan para pemimpin utama Brigade Al-Qassam. Issa terluka, tapi tujuan Israel untuk membunuhnya tidak tercapai.

Pesawat tempur Israel juga menghancurkan rumahnya selama invasi Gaza pada tahun 2014 dan 2021. Saudara laki-lakinya tewas dalam serangan tersebut.

Wajah Issa tidak diketahui publik sampai tahun 2011. Wajahnya baru muncul ke media massa ketika dia muncul dalam foto grup yang diambil saat resepsi proses pertukaran tahanan Palestina dan tentara Israel, Gilad Shalit.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas