Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Mengapa Perjanjian Perdagangan Bebas UE-Australia Akhirnya Gagal?

Negosiasi perjanjian perdagangan bebas antara Uni Eropa dan Australia telah gagal. Apa dampaknya bagi perdagangan dan adakah pelajaran…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mengapa Perjanjian Perdagangan Bebas UE-Australia Akhirnya Gagal?
Deutsche Welle
Mengapa Perjanjian Perdagangan Bebas UE-Australia Akhirnya Gagal? 

Di pihak lain, para pejabat di Brussel khawatir bahwa konsesi yang luas terhadap petani asing akan membuat marah para petani Uni Eropa.

Awal tahun ini, UE berhasil merampungkan kesepakatan perdagangan bebas dengan Selandia Baru. Evgeny Postnikov mengatakan, perjanjian perdagangan dengan Australia yang jauh lebih besar sebenarnya akan memberikan manfaat yang jauh lebih baik bagi UE dan semua upaya perdagangan bebas global lainnya.

"Hal ini tidak memberikan pertanda baik bagi perdagangan yang ingin dipromosikan oleh kedua belah pihak di tengah meningkatnya proteksionisme di AS dan negara lain,” katanya.

Kegagalan ini akan memberikan sinyal bahwa dunia mungkin telah mencapai "puncak liberalisasi perdagangan,” dan negara-negara lain, "khususnya negara-negara Selatan, akan mengawasi dengan cermat.”

Pakta perdagangan tersebut sebenarnya telah selesai dinegosiasikan pada tahun 2019 setelah perundingan selama dua dekade.

Namun, penandatanganannya tertunda karena masalah lingkungan hidup Uni Eropa, yang ingin ada tambahan dalam perjanjian itu yang mencakup perlindungan lingkungan.

Hal yang sama juga terjadi pada perundingan antara Uni Eropa dan perhimpunan Mercosur di Amerika Selatan.

Rekomendasi Untuk Anda

Brasil, yang saat ini menjabat sebagai presiden Mercosur, menyebut penambahan tersebut bersifat proteksionis dan menolak perubahan dalam perjanjian perdagangan yang diusulkan.

(hp/as)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas